
Sidoarjo. NEODEMOKRASI. COM. Meskipun Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten dengan pertumbuhan sektor industri yang pesat. Industrialisasi yang tidak hanya …Namun masih menyisahan persoalan jumlah TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) tinggi. Mengacu data BPS Provini Jawa Timur tahun 2024 ,TPT Kabupaten Sidoarjo ada di angka 6,49 persen.
Dari jumlah ini didominasi lulusan SMA dan Sarjana yang menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran . Pesatnya pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan penyerapan lapangan kerja serta ketidakseimbangan pasar tenaga kerja. Di mana jumlah tenaga kerja melebihi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, adalah beberapa faktor pemicu TPT tetap ada.
“Ya TPT itu kan banyak faktor antara lain jumlah lulusannya itu dengan lapangan pekerjaan tidak seimbang. Makanya itu, kerja itu bukan hanya di sektor formal saja, tapi juga ada informal, berarti sektor informal yang harus ditambah. Ada nanti kepelatihan-kepelatihan, kursus dan sebagainya itu salah satu upaya untuk mengurangi itu. Tetapi bahwa lapangan pekerjaan dengan lulusan itu masih belum seimbang, itu yang menyebabkan jumlah pengangguran tetap ada ” ujar .H Moch Dhamroni Chudhlori,M.S.i, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo ini.
Zhamrodi juga menambahkan faktor kemampuan dan skill yang dimiliki calon pencari kerja juga menjadi syarat utama yang maaih sulit dipenuhi calon pencari kerja. Kompetensi dasar dalam bekerja baik itu keterampilan dasar akan membantu mencapai prestasi dan kesuksesan karir. Umumnya, perusahaan akan mencari karyawan yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Namun, di sisi lain ada faktor yang dipertimbangkan oleh perekrut. Itu adalah kompetensi soft skill dan hard skill.
“Berapa sih lowongan pekerjaan dengan lulusan yang membutuhkan itu masih belum seimbang Ini memang perlu dijadikan formulasi lagi. Bahwasannya kerja itu tidak hanya di sektor formal saja Atau informal atau juga bisa diarahkan menjadi entrepreneur Jadi pengusaha, orang mandiri dan sebagainya itu Karena apa? Kalau kita hanya menunggu lapangan pekerjaan yang ada sepertinya memang terbatas. Belum lagi kalau kemudian perusahaan atau instansi membutuhkan keahlian khusus tertentu itu Sehingga tidak semuanya bisa ditampung” tambah politikus PKB ini.
Kita tahu kan memang lulusan-lulusan yang dihasilkan dari lembaga sekolah dan sebagainya itu tidak semuanya kemudian memiliki kompetensi di bidangnya yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ini juga menjadi salah satu faktor penyebabnya.
” Kita sangat mendukung program program pelatihan atau training untuk mematangkan skill para pencari kerja karena efektif mengurangi jumlah pengangguran. Dukungan kita, ya dari sisi kebijakan anggarannya. Disnaker memperbanyak pelatihan-pelatihan. Ini sudah berjalan pelatihan operator forklif, perbengkelan, otomotif sampai barista dan sebagainya. Itu sudah kita hitung berapa anggarannya untuk kebutuhan itu sehingga penting program itu terukur juga tepat sasaran ” tambahnya.
Ditambahkannya bahwa berbagai pelatihan itu adalah bagian dari upaya-upaya untuk menekan jumlah TPT yang ada di kabupaten Sidoarjo.
” Kami juga mengapresiasi kerja Disnaker untuk terus menekan TPT yang ada itu. Apalagi kita ketahui bersama tiap tahunnya prosentaai jumlah TPT terus menurun, ini bukti bahwa program yang dilakukan Disnaker cukup berhasil ” jelasnya.
Meakipun pihaknya mengakui untuk menghilanhkan TPT masih sulit karena tadi itu lapangan yang tersegiat dengan lulusan itu. Meakipun pertumbuhan sektor industri sangat pesat di Kabupaten Sidoarjo. Tetapi lagi lagi terkendala persoalan skill dan kompetensi khusus yang dimiliki para pencari kerja. Beberapa perusahaan mematok skill tertentu yang kadang tak dimiliki pencari kerja.
Sebagai anggota dewan pihaknya tetap memprioritaskan pekerja lokal untuk bisa mendapatkan pekerjaan . Ini menjadi syarat utama terutama bagi investor yang akan menanamkan modal di kabupaten Sidoarjo.
.” Tapi kalau sudah terbentur syarat utama berupa skiill tertentu, kita tidak bisa memaksakan. Nah disitu kan memang ada tertentunya Oleh karena itu kita sepakat untuk mengutamakan putra daerah Tetapi memang putra daerah yang punya kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan Makanya Disnaker kemudian melaksanakan program-program pelatihan-pelatihan itu Disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan perusahaan yang ada di Kabupaten Sidoarjol Dengan harapan ketika mereka membuka itu bisa diisi oleh mereka.” pungkasnya. (nora)
