
Gresik. NEODEMOKRASI.COM. Ada problem komplek yang saat ini terjadi di Kecamatan Duduk, Gresik. Kondisi pedangkalan waduk Semengko yang selama ini memjadi sumber utama irigasi areal persawahan di beberapa wilayah Gresik sudah sangat parah. Juga kondisi jebolnya pintu waduk Semengko yang belum diperbaiki sehingga distribusi keluar masuknya air tak bisa berfungsi maksimal. Belum lagi mininya ketersediaan air berish sehingga kebutuhan menambah jumlah embung embung untuk keberlasungan ketersediiaan air bersih warga, sifatnya urgent . Di musim hujan saat ini, beberapa desa yang ada di Duduk utara adalah wilayah yang paling sering menjadi langganan banjir karena luapan air yang berasal dari daerah utara. Maka perlu normalisasi sungai sungai yang menjadi aliran anak sungai yang saat ini banyak terjadi pendangkalan. Ini merupakan serangkaian aspirasi warga di beberapa desa di wilayah Gresik yang disampakan saat reses Dr Ahmad Iwan Zunaih., anggota DPRD Jatim dari Nasdem.
4 problem krusial ini disampaikan warga masyarakat yang terdiri dari para petani, petambak dan kelompok masyarakat lainnya. yang hadir di acara reses yang digelar di Kecamatan Duduk, Sampean, Gresik oleh Dr Ahmah Iwan Zunaih, anggota DPRD Jatim dari fraksi Nasdem yang berangkat dari dapil Jatim XIII, meliputi Gresik dan Lamongan. Sekitar 150 warga antusias hadir agar bisa sesegera mendapatkan solusi terkait problem tersebut.
Kondisi pedangkalan sudah sangat parah tidak hanya menjadi pemicu terjadinya banjir, tapi juga mempengaruhi keterisian air yang tidak maksimal. Pendamgkalan yang disebabkan endapan material material padat di bagian dasar sungai tidak hanya disebabkan oleh tanah, lumpur dan pasir tapi juga penumpukan sampah . Pengerukan secara berkala sangat diperlukan agar distribusi air untuk memenuhi kebutuhan areal pertanian seluas 216 hektar yang ada di 11 desa di wilayah itu tercukupi.dengan baik. Bagaimana mengupayakan normalisasi segera karena fungsi vitalnya dalam mendukung sektor pertanian di wilayah Gresik tersebut..
Reses menjadi ajang masyarakat untuk menyampaikan uneg uneg, usulan dan harapan warga agar ada perbakan perbaikan fasum vital bagi masyarakat. Kesempatan warga Gresik mengajukan usulan disampaikan saat reses 3 tahun 2021 yang digelar pada 29 Oktober hingga 5 Oktober 2021. Selain problem air, masyarakat juga menyampaikan usulan terkait optimalisasi jasmas karena fungsinya yang vital dan sangat dibutuhkan masyarakat.
Minimnya ketersediaan air bersih untuk menunjang kebutuhan konsumsi dan kehidupan sehari harii warga Kecamatan Duduk perlu segera dicarikan solusinya. Kondisi darurat air berish membutuhkan ketersediaan embung embung dalam jumlah cukup.. Embung embung yang tersedIa saat ini, masih sangat kurang dan tidak bisa mengkaver total kebutuhan warga. .Penambahan pembangunan embung embung yang berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin keberlangsungan ketersediaan pasokan air harus direalisasikan. Selain fungsi vtalnya untuk mencegah terjadinya banjir.
Menghadapi serangkaian usulan dan keluar warga ini, anggota komisi B , DPRD Jatim yang akrap dipanggil Gus Iwan ini berjanji untuk membawa bahan reses ini untuk dibahas di rapat Bamus dan disampaikan saat Paripurna reses. Tahapan berikutnya akan diserahkan eksekutif untuk penyusunan anggaran tahun 2022, sehingga bisa sesegera mungkin mewujutkan harapan masyarakat di wilayah dapil.(nora)
