Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

H Afdal Muhammad Ihsan  Berharap Kurda Bisa Menaikkan Perekonomoan Warga dan Memberi Kemanfaatan Maksimal

H Afdal Muhammad Ihsan , anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo dari PKS

Sidoarjo. NEODEMOKRSI. COM. Upaya  Sidoarjo untuk   mewujudkan ekonomi kerakyatan yang  inklusif dan  berkeadilan diwujudkan  dengan  membuka peluang permodalan yang mudah dengan bunga rendah dan angsuran murah bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo.

Adalah   BPR Delta Artha Sidoarjo  yang mengfasilitasi pengajukan Kredit Usaha Rakyat Daerah/Kurda. dengan  suku bunga yang. ditawarkan hanya sebesar 2% per tahun dengan pinjaman maksimal Rp. 50 juta.  Ini merupakan kebijakan nyata yang diarahkan agar UMKM Sidoarjo bisa naik kelas, berkembang dari skala mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi  besar dan berhasil menembus pangsa pasar berskala nasional hingga global.

Mengacu Perbup nomor 8 tahun 2025 merubah Perbup nomor 52 tahun 2023  tersebut suku bunga Kurda diturunkan dengan  subsidi bunga kredit  hanya 2% per tahun . Ini diharapkan mampu meringankan pelaku UMKM yang membutuhkan akses permodalan.

Dinilaii sebagai langkah strategis mengingat Sidoarjo adalah kota UMKM. Lebih dari 60% struktur perekonomian Kabupaten Sidoarjo digerakkan oleh pelaku usaha  mikro,  kecil, dan menengah. Mulai dari pasar tradisional hingga sentra industri rumahan sampai dari kuliner hingga kerajinan merupakan nadi utama

Ketua fraksi PKS-PPP, H Afdal Muhammad Ihsan  berpendapat bahwa pihaknya sangat mendukung program bantuan  yang mendukung perkembangan UMKM  Sidoarjo  sehingga bisa berkembang lebih pesat lagi.

“Kami mengapresiasi program kurda yang diluncurkan pemkab. Sidoarjo. Sejauh ini sudah mencairkan kredit senilai 86 M, denganmu subsidi bunga sebesar 13 M kepada 2383 UMKM di Sidoarjo sejak tahun 2021.” kata politisi PKS DPRD Kabupaten Sidoarjo ini.

Namun selalu anggota dewan  yang salah satu fungsi adalah bidang pengawasan juga kritis menanggapi  fungsi pinjaman  apakah benar benar efektif  dalam meningkatkan perkembangan UMKM.

“Sejauh mana efektifitas program ini dalam mencapai target UMKM naik kelas..artinya dari 2383  UMKM yang  sudah dibantu. Berapa banyak yang sudah berhasil naik kelas menjadi usaha kecil. Karena sejauh ini belum  pernah ada data.  Sehingga  perlu evaluasi terus menerus dari semua  OPD yang terlibat” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo ini  juga menanyakan sejauh mana UMKM bisa efektif membantu mengurangi jumlah pengangguran terbuka di Sidoarjo ini.  Dan berapa banyak yang sudah naik kelas benar benar dapat membuka lapangan kerja baru sehingga target 100rb lapangan kerja baru pemkab benar2 bisa terwujud.

Karena bagaimanapun tujuan awal program ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian kerakyatan di Kabupaten Sidoarjo dan menciptakan UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing.  Sehingga diharapkan efektif dan tepat sasaran. 

“Harapan kami semua upaya pemkab untuk menaikkan perekonomian warga dikawal secara serius dengan melibatkan tim2 ahli dan praktisi2 yang memang berpengalaman dalam hal ini sehingga program ini benar benar dapat memberi kemanfaatan  maksimal sesuai harapan kita bersama.” pungkasnya. (nora)

Related posts

Gus Fawait Terima Dukungan Alumni Ponpes Bata-Bata dan Banyuanyar

neodemokrasi

Potensi Jawa Timur dan Peran Bank Daerah

neodemokrasi

Pemkot Surabaya Lakukan Pencegahan Antikorupsi

Rizki