Neo-Demokrasi
Jatim

Sudah Dijaga Ketat, Berbagai Macam Jimat Masih Saja Dijumpai

alah satu jimat yang disita panitia seleksi CPNS Kemenkum HAM Jawa Timur.

Surabaya, NEO DEMOKRASI.COM – Meski sudah diumumkan jauh-jauh hari agar tidak membawa barang yang tak perlu, namun masih saja dijumpai peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) membawa barang tak berguna. Bahkan berbagai macam jimat dibawa. Tentunya, tujuan akhirnya agar bisa lolos tes.

Hal ini dialami Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Timur. Panitia seleksi CPNS menemukan beragam jimat dari para peserta seleksi kompetensi dasar (SKD).

“Ada beragam, mulai dari jimat jenis rajah, uang dan kertas yang ditulis huruf arab, pasir yang dibungkus kain putih hingga jimat pengasihan,” kata Koordinator Lapangan Panitia Daerah Seleksi CPNS Kemenkum HAM Jawa Timu Ketut Akbar.

Ketut heran masih ada peserta yang percaya dengan jimat seperti itu. “Mungkin maksudnya ini usaha biar lulus. Tapi sebaiknya tidak usah dibawa masuk karena tidak sesuai ketentuan,” kata Ketut.

Panitia seleksi memang menggeledah para peserta sebelum memasuki ruangan seleksi. Pemeriksaan dilakukan secara ketat sebanyak dua kali. Pemeriksaan pertama dilakukan di tempat penitipan barang. Lalu, peserta kembali diperiksa sebelum memasuki ruang karantina.

“Jadi yang diperiksa panitia mulai dari pakaian, celana hingga ikat pinggang peserta juga ikut diperiksa,” kata dia. Setelah melewati pemeriksaan, peserta dipersilakan memasuki ruang seleksi.

Sementara, peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD)  CPNS di Kabupaten Sumenep, juga ada yang kepergok membawa jimat saat mengikuti computer assistant test (CAT) di Gedung SKD Batuan, Sumenep, Senin (27/1) lalu.

Terdapat dua peserta yang kedapatan membawa jimat yang berbentuk sabuk. Hal ini terungkap saat para peserta diperiksa oleh petugas sebelum memasuki ruangan tes.

“Jimatnya berupa sabuk, ada dua peserta yang ketahuan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Abdul Majid, seperti ditulis suara.com.

Dari kejadian ini, Majid mengaku akan memperketat pemeriksaan terhadap peserta CPNS. Dia juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk mengikuti aturan yang ada. Seperti tidak boleh membawa alat tulis, kalkulator, jam tangan, perhiasan ke dalam ruangan.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi peserta yang membawa yang aneh-aneh” katanya.

Dijelaskan bahwa tes CPNS kali ini dilakukan dengan benar-benar steril. Sebelum peserta tes memasuki ruangan dilakukan pemeriksaan oleh petugas menggunakan metal detektor dan juga Tim Saber Pungli.

Hal ini dilakukan agar pelaksanaan tes berjalan lancar dan tertib, agar ruangan benar-benar steril. Sementara tujuan adanya Tim Saber Pungli ialah agar peserta tidak percaya terhadap oknum yang menjamin kelulusan para peserta.

“Baik itu atas nama pejabat, ataupun anggota dewan.  Jangan percaya siapapun yang akan menjamin kelulusan peserta. Sebab saat mereka keluar dari tempat tes, maka dia akan tahu lulus atau tidak,” ujar Majid.

Selain itu, tes CAT kali ini dilengkapi dengan CCTV di berbagai lokasi baik di rungan maupun di luar ruangan. Jumlah peserta ialah sebanyak 6.352 orang. Sementara yang dibutuhkan hanya 310 orang saja.(dan)

 

 

Related posts

Peserta Upacara Wisuda Drive Thru UKWMS Meningkat

neodemokrasi

Bank Jatim dan SFT Pererat Kerja Sama Melalui Layanan Virtual Account

neodemokrasi

Sukseskan Program Vaksinasi Bersama Sektor Jasa Keuangan Jatim

neodemokrasi