
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Operasi Zebra Semeru 2025, memasuki hari keempat. Dari pantauan CCTV Polda Jatim, jumlah pelanggar lalu lintas selama Operasi Zebra Semeru 2025 didominasi pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Operasi ini berlangsung mulai tanggal 17-30 November 2025.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur AKBP Septa Firmansyah menjelaskan, operasi ini menyasar pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Fokusnya pada pengendara yang melanggar marka jalan, hingga penggunaan ponsel saat berkendara dan tidak memakai safety belt.
“Dari pantauan CCTV terpantau jumlah pelanggar didominasi pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Selain itu, juga terpantau pengendara dengan melanggar traffic light dan marka,” kata Septa Firmansyah, Kamis (20/11).
Jumlah pelanggar lalu lintas diperingkat pertama pada gelaran Operasi Zebra Semeru 2025, selama empat hari, yang pertama tidak memakai helm sebanyak 7.691, menerobos lampu merah sebanyak 2.792, dan melanggar marka sebanyak 1.795.
Lebih jauh diterangkan, langkah antisipasi agar pengendara tidak melanggar lalu lintas. Karena melanggar ini awal dari kecelakaan, Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim, mempunyai aktivasi MQR (Mahameru Quick Response) yang bisa memantau titik-titik rawan kecelakaan trouble spot (titik kemacetan) black spot (rawan laka).
“Selain itu kita juga akan memperbanyak menempatkan anggota lalu lintas di jalan dengan cara menempatkan di persimpangan-persimpangan dan juga berpatroli. Sehingga kita memperbanyak gelaran anggota di lapangan guna mengantisipasi terjadinya pelanggaran walaupun masih ada masyarakat yang melanggar. Meski tidak terpantau CCTV kita akan lakukan teguran dengan cara simpati,” pungkasnya.(dan)
