
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya menggelar doa bersama sekaligus mengawali pelaksanaan Kampung Pancasila di lobi lantai 2 Balai Kota, Senin (11/8). Doa bersama ini, dipimpin secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan diikuti seluruh jajaran kepala perangkat daerah (PD), camat, hingga lurah di lingkungan Pemkot Surabaya.
Pelaksanaan Kampung Pancasila ini tidak hanya diawali dengan doa bersama, akan tetapi juga ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua Satgas Kampung Pancasila Irvan Widyanto. Setelah doa bersama, Eri meminta kepada seluruh kepala PD, camat, hingga lurah bergerak ke 1.360 titik Kampung Pancasila yang tersebar di 153 kelurahan.
Di awal pelaksanaan Kampung Pancasila kali ini, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan pesan kepada seluruh jajarannya untuk bergotong royong membantu warga Kota Surabaya. Melalui program ini, dirinya ingin taraf hidup masyarakat Kota Surabaya bisa lebih baik ke depannya. Maka dari itu, melalui Kampung Pancasila dirinya ingin semua warga miskin, ibu hamil risiko tinggi, anak putus sekolah, hingga pengangguran terbuka bisa terdata dengan baik.
“Hari peluncuran Kampung Pancasila, dan dibagi menjadi 15 tim ya, yang diketuai oleh kepala dinas dan camat, jadi ada dua kepala PD yang terlibat. Jadi mulai sekda, asisten, semuanya turun,” katanya.
Eri menyebutkan, kepala PD yang bertugas memberikan pendampingan akan dibagi 15 tim setiap harinya. Kepala PD yang bertugas sebagai tim pendamping itu, diharapkan bisa menjalankan Kampung Pancasila dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan.
“Apa yang saya katakan Kampung Pancasila ini adalah kampung yang kita (ajak) benar-benar menjalankan Pancasila secara utuh, bukan hanya dalam lisan, tapi dalam hal perbuatan. Jadi apa? Seperti yang diajarkan agama kita, ada tolong-menolong, ada gotong-royong, sama seperti Pancasila. Maka di situ kita akan gugah,” ujarnya.
Melalui Kampung Pancasila, lanjut Eri, nantinya warga akan diajak untuk saling bergotong royong membangun kampungnya masing-masing. Misal, ada warga yang mampu membantu warga lainnya yang kurang mampu. Selain itu, setiap warga juga diajak untuk bergotong royong menjaga keamanan kampungnya sekaligus melibatkan anak muda untuk menjaga keamanan di kampungnya masing-masing.
Dalam kesempatan ini, Eri menekankan, setelah Kampung Pancasila berjalan, setiap ketua RW harus bisa memastikan bahwa sudah bisa melakukan pemilahan sampah, menggerakkan Karang Taruna, dan perekonomian di kampungnya. Tidak hanya itu, Eri juga meminta kepada setiap kepala PD dan ASN pendamping untuk melakukan pendataan terhadap warga miskin, ibu hamil risiko tinggi, anak putus sekolah, stunting, hingga pengangguran terbuka.
Di samping itu, Kepala BPBD Surabaya sekaligus Ketua Satgas Kampung Pancasila, Irvan Widyanto mengaku bersyukur, Kampung Pancasila yang diinisiasi oleh Cak Eri Cahyadi bisa berjalan. Sebanyak 15 tim pendamping mulai dari dinas, kecamatan, hingga kelurahan seluruhnya bergerak di 1.360 RW di Surabaya.
Struktur di tingkat wilayah terdiri atas Dewan Pengarah yang meliputi camat, danramil, dan kapolsek. Sedangkan lurah, babinsa, bhabinkamtibmas, dan ketua LPMK, berperan sebagai pembina. Sementara ketua RW bertindak sebagai ketua Satgas Kampung Pancasila. Satgas di tingkat kewilayahan ini terbagi dalam empat bidang kelompok kerja (Pokja). Keempat bidang itu meliputi Pokja Lingkungan, Pokja Kemasyarakatan, Pokja Ekonomi dan Pokja Sosial Budaya.(dan)
