Neo-Demokrasi
Headline Kesra

Unusida Bersalawat Wujud Cinta Rasul

Kegiatan Unusida Bersalawat di pelataran Kampus 2.

Sidoarjo, NEODEMOKRASI.COM – Suasana penuh khidmat menyelimuti malam puncak peringatan Harlah ke-11 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) tahun ini. Ribuan jamaah dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, dosen, dan tokoh agama tumpah ruah di pelataran Kampus 2 Unusida untuk bersama-sama melantunkan salawat sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Gelaran Unusida Bersalawat  dilaksanakan Kamis (31/7) malam. Hadir para habaib dan ulama ternama. Di antaranya Habib Abu Bakar bin Idrus Al-Habsy, Habib M. Soleh bin Abdullah, dan Ustaz Firman Achsani, serta diiringi oleh Tim Hadroh Ahbabul Musthofa Sidoarjo. Lantunan salawat yang bergema sepanjang malam menjadi penguat spiritual sekaligus perekat persaudaraan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Unusida. Fatkul Anam menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara ini. Terutama jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unusida yang menginisiasi acara puncak rangkaian Harlah ke-11 dengan meriah.

Menurutnya, Unusida Bersalawat tahun ini tidak hanya menjadi perayaan spiritual. Tetapi juga simbol harapan dan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik dengan semangat keislaman, keilmuan, dan kebangsaan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak, seluruh panitia, para sponsor, dan saudara-saudara sekalian yang terlibat. Khususnya jajaran pengurus dan BEM Unusida yang sudah bekerja keras hingga acara malam ini dapat berjalan lancar,” terangnya.

Ucapan terima kasih khusus juga ditujukan kepada PCNU dan PC Muslimat NU Sidoarjo yang selama ini terus mendukung Unusida hingga memasuki usia ke-11 tahun. “Alhamdulillah, di usia yang ke-11 ini, Unusida terus menapak maju dan berkomitmen untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” tambahnya.

Rektor Unusida juga mendorong seluruh sivitas akademika untuk terus berkreasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap Unusida akan semakin berkembang menjadi universitas kebanggaan masyarakat Sidoarjo.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sidoarjo Khudori menekankan makna salawatt sebagai oase penyejuk hati di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks. Salawat, menurutnya, bukan hanya ritual, melainkan juga sarana memperkuat iman, menyatukan umat, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

“Mari kita jadikan salawat sebagai jalan untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menciptakan suasana damai serta harmonis di Kabupaten Sidoarjo. Semoga acara seperti ini terus berlanjut, tidak hanya sebagai peringatan, tapi juga sebagai wadah silaturahim antar elemen masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bendahara PCNU Sidoarjo tersebut mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Sidoarjo sebagai daerah yang penuh keberkahan. “Mari kita jadikan Sidoarjo sebagai daerah baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Negeri yang makmur dan diberkahi oleh Allah SWT,” pungkasnya. (dan)

Related posts

Jumlah Limbah Medis Melonjak Drastis

Rizki

Gubernur Jatim Salurkan Bantuan di Kabupaten Madiun

Rizki

Dua Sepeda Balap Senilai Rp 30 Juta Disikat Maling

Rizki