Neo-Demokrasi
Headline Jatim Kesra

Targetkan Pelajar dan Guru, SRPB Tuban Gelar Arisan Ilmu Nol Rupiah

Foto bersama peserta dan narasumber kegiatan sosialisasi SPAB yang diadakan SRPB Tuban di DPRD Kabupaten Tuban.

Tuban, NEODEMOKRASI.COM – Sekitar seratus orang menjadi peserta Arisan Ilmu Nol Rupiah (AINR) Edisi 64. Kegiatan yang diadakan di Ruang Paripurna dan halaman DPRD Kabupaten Tuban ini diadakan pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kali ini isu yang diangkat adalah sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Kegiatan AINR kali ini memang agak berbeda karena sebagai penyelenggarannya adalah Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Tuban. SRPB Tuban menggandeng berbagai pihak untuk ikut memeriahkan acara ini. Sedangkan tema acaranya adalah Sosialisasi Mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Jawa Timur.

“Kegiatan ini adalah bentuk partisipasi DPRD Tuban dalam penanggulangan bencana yang menjadi tanggung jawab kita semua. Ini tugas bersama dalam membantu meringankan beban masyarakat,” ucap Wakil Ketua DPRD Tuban Miyadi ketika membuka acara ini.

Sementara, Koordinator SRPB Tuban Pipiet Wibawanto mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama berbagai pihak sehingga acara berjalan lancar dan sukses. “Ilmunya sangat bermanfaat sekali,” ucapnya.

Tiga fasilitator SPAB dari SRPB Jawa Timur memberikan materi dalam kegiatan ini. Mereka adalah Dini Prastyo Wijayanti, Djoemadi, dan Rizki Daniarto. Sedangkan tiga fasilitator SPAB magang juga ikut menggali pengetahuannya. Mereka adalah Lusia Affandi, Siti Rohana, dan Aditya Bagus Santoso.

Dini Prastyo Wijayanti yang juga menjadi Koordinator SPAB SRPB Jatim mengungkapkan bahwa SPAB  merupakan kewajiban bahwa peserta didik punya hak untuk diselamatkan. “Semua yang membawahi sekolah bisa ikut bertanggung jawab terhadap isu kebencanaan. Harapannya adalah semua bisa menjadi penolong,” katanya saat memberikan materi Basic Life Support (BLS) di hadapan peserta.

Sedangkan Fasilitator Djoemadi memberikan materi Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS). Tim ini, katanya, harus hadir dalam menghadapi bencana. “TSBS berasal dari unsur tenaga pendidik dan kependidikan, komite sekolah, maupun stakeholder terkait,” imbuhya.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan simulasi saat terjadi gempa bumi, cara bebat bidai korban terluka, cara evakuasi dan mengangkut korban bencana dengan tandu, hingga praktik memadamkan kebakaran dari Satpol PP dan Damkar Tuban. Para peserta juga diajari memadamkan api dari tabung elpiji. Berbagai ekspresi ditunjukkan para peserta. Ada yang takut, ragu, hingga tenang menghadapi api yang muncul dari tabung elpiji.

Para peserta AINR Edisi 64 ini berasal dari SMPN 3 Tuban, SMP Khairunnas Tuban, Nurul Hayat, para relawan SRPB Tuban, Yatim Mandiri, Saka Bhayangkara, Satpol PP dan Damkar Tuban, Dinas Pendidikan, Lapas, serta perwakilan dari kodim dan Polres Tuban. Sedangkan pendukung acara ini adalah DPRD Tuban, Bank Jatim, Nurul Hayat, DSU Aluswah.(dan)

 

Related posts

SIG Upgrade Tukang Bangunan Jadi Ahli Konstruksi

Rizki

Eri Cahyadi Resmi Cuti Kampanye

Rizki

Edarkan Uang Palsu via Medsos, Ditangkap di Terminal Purabaya

Rizki