Neo-Demokrasi
Jatim Politik Pemerintahan

Solusi Problem Kelangkaan Pupuk Subsidi  dengan Upaya Produksi Secara Mandiri

Reses III Tahun 2023 Mayjen  TNI (Purn) Dr H Istu Hari Subagio SE, M M, di desa Talun, Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

Nganjuk.NEODEMOKRASI.COM. Persoalan kelangkaan pupuk masih menjadi kendala utama yang dihadapi para petani di wilayah desa Talun, Rejoso, Kabupaten Nganjuk.  Juga perbaikan infrastruktu , berupa pemadatan areal  jalan sawah untuk mengfasilitasi akses petani mengangkut hasil panen pertanian juga menjadi salah satu usulan yang disampaikan  kepala desa Talun yang mayoritas warganya berpofesi sebagai petani. Hal ini menjadi keluhan yang dirasakan para petani yang hadir dalam kegiatam reses  III Tahun 2023 ,yang digelar Mayjen  TNI (Purn) Dr H Istu Hari Subagio SE, M M.. Acara yang dikuti 125 peserta terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kelompok pemuda, komunitas kepemudaan, Karang Taruna, petani, pelaku UMKM, penggiat UKM dan masyarakat umum ini digelar di  balai Desa Talun, Rejoso, Nganjuk, Jumat (1/12/2023).

Hal lain  yang menjadi persoalan para petani adalah mulai berpikir  merasa lebih diuntungkan menjadi buruh tani dari pada petani yang mengelola sawah sendiri. Karena  tidak imbangnya  jumlah hasil panen yang dihasilkan dibanding jumlah biaya operasional yang dikeluarkan. Biaya buruh tani lebih besar  dari hasil panen yang diterima para petani.  Dipicu kelangkaan pupuk subsidi dan karena dibutuhkan untuk menunjang  hasil pertanian,  para petani harus membeli pupuk  yang mahal. ini yang membuat biaya operasional petani menjadi tinggi.

Dalam rangkaian agenda reses yang digelar mulai 30 November 2023 sampai 7 Desember 2023., Mayjen  TNI (Purn) Dr H Istu Hari Subagio SE, M M membuka dengan memyampaikan permintaan ijin, doa restu  dan permohonan dukungan atas rencananya untuk maju kembali mencalonkan diri menjadi anggota DPRD  Propinsi Jatim. Pria yang juga menjabat Ketua Komisi A ( Pemerintahan dan Hukum) , DPRD Provinsi Jatim ini saat ini memasuki tahun kelima masa keanggotaan sebagai anggota legislatif. Mantan Pangdam Bukit Barisan ini dilantik  menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim pada Agustus 2019 lalu. Keinginan untuk mencalonkan diri tak lain karena  keinginnannya untuk bisa terus  mendukung dan membantu percepatan pembangunan desa desa dii wlayah dapil XI meliputi kota dan kabupaten Nganjuk dan Madiun.

Bagi Ketua Komisi  A DPRD Provinsi Jawa Timur, memberikan pengabdian total  kepada negara merupakan panggilan jiwa dan prinsip hidup yang diyakini sejak awal memilih berkarier di  militer . Dan prinsip ini akan dia pertahankan sampai akhir hayat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“ Saya sebagai  anggota dewan, sesuai perjalanan waktu menginjak tahun kelima . Sebagai mantan tentara, jiwa saya selalu terpanggil untuk memberikan pengabdian terbaik pada negeri. Begitupun ketika sudah purna tugas, jiwa untuk menolong, membantu sesama dan mempernjuangkan perbaikan segala bidang di daerah pemilihan tetap kuat. Tetapi pengabdian saya  kali ini melalui l jalur politik.  Jadi saya mohon doa restu dan dukungan dari bapak/ibu semuanya. Ijinkan saya mencalonkan diri kembali, supaya bisa mengabdi dan berbuat banyak untuk negara. Doakan tetap sehat, supaya bisa berbuat lebih banyak untuk Dapil XI, utamanya untuk memajukan pembangunan desa Talun’ kata Mayjen  TNI (Purn) Dr H Istu Hari Subagio SE, M M dalam pembukaan sambutannya.

Selanjutnya, dalam sambutannya, pria tiga anak ini mulai mengenalkan diri. Menjelaskan secara detil kronologis mulai dimana ia dilahirkan, sampai silsilah keturunan mula  orangtua sampai kakek neneknya.  Kemudian  historis keluarga besar dan karier ketiga anak dan menantunya yang kebetulan mengikuti jejaknya terjun  dan memiliki karier sukses di militer. Bahkan purnawirawan TNI AD  ini mengaku saat ini sudah memilliki 4 orang cucu. Di luar kesibukannya  menjalankan tugas tugas sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jatim, ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Marina Istu Hari Subagio, sang istri, di rumah yang cukup luas dan asri di  desa Lambang Kuning, Kecamatan Kertosono. Kabupaten Nganjuk.

Jawa Timur propinsi andalan. Sesuai perencanaan Bapenas  bahwa pembangunan  akan memprioritaskan daerah  pinggiran, wilayah desa desa.  Reses kali ini sengaja membawa  Dinas Pemberdayaan Desa yang tujuannya  adalah  mengurangi kemiskinan di desa. Dengan melaksanakan pemberdayaan masyarakat desa yakni dengan peningkatan kapasitas aparatur desa. Penataaan kerjasama desa. Melalukan pembangunan kawasan desa. Pemberdayaan potensi desa.  Apalagi Jatim  berhasil menjadi propinsi dengan jumlah desa mandiri tertinggi di  Indonesia mencapai  2800 desa,  yang mampu menurunkan  jumlah kemiskinan ekstrim secara drastis.

“ Reses di desa Talun, Rejoso, Kabupaten Nganjuk,  mencari aspirasi masyarakat sebanyak banyaknya  guna mendukung pembangunan desa meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk memperkecil kemiskinan di  daerah daerah . . Alhamdulillah Talun adalah Desa Maju dan akan kita tingkatkan menjadi desa mandiri.  Kita juga membawa dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa  yang  punya banyak program untuk  desa  agar bisa dimanfaatkan. Ada Jatim Puspa, bantuan bantuan lain.  berbagai program pelatihan mulai menjahit, bengkel dan menjadi peternak. Juga program tehnologi tepat guna. Kebetulan  sebagian besar masyarakat berprofesi petani.  Program pupuk yang menjadi hambatan kita harapkan ada solusi.  Harus ada kebijakan pemerintah. Kita dorong supaya mengambil langkah. Petani bisa mandiri produksi  pupuk secara mandiri, tidak usah mengharapkan pupuk subsidi. Dan dijaga stabilitas harga panen. Menghitung secara cermat costnya berapa yang dikeluarkan dengan  besaran hasil paneny ang didapat. Untuk problem pupuk, kita  sudah mengupayakan komunikasi dan konsultasi dengan  pejabat kementan dar iJakarta  dan tokoh tokoh petani yang mendalami soal pertanian.  Bagaimana  Jatim ini khususnya bisa menjadi pilot project percontohan di Jawa Timur untuk produksi pupuk secara mandiri” jelas mantan Pangdam Bukin Barisan ini.

“Silahkan bapak ibu menyampaikan keinginan, usulan, aspirasi .Dan semua aspirasi akan kita tampung kita rumuskan ditindaklanjuti sesuai bidang dan komisi masing masing. ”  ujar pria yang juga menjabat Dewan Penasehat Forkas Jatim ini pada  tahap   penyerapan  aspirasi masyarakat yang hadir di reses.

Di samping menjabat berbagai puncak posisi di organisasi lainnya, ia kembali mengingatkan  warga masyarakat pentingnya berkontribusi kepada negara dengan memberikan suara di pemilu. Dengan memberikan dukungan kepada  calon wakil rakyat  akan berkontribusi dalam upaya  upaya meningkatkan pembangunan desa dan mendukung Jatim mewujutkan  upaya untuk menjadi propinsi mandiri. Mendukung pemerintahan pusat  mewujutkan target untuk menjadi negara  mandiri tanpa ketergantungan  pada negara lain pada 2030.  Indonesia peringkat 7 negara dengan pertumbuhan ekonomii terbesar.

“ Selagi saya masih sehat, saya akan terus mengapdikan diri kepada masyarakat” ujar pria yang juga menjabat Wasekjen bidang Polhukam dan merangkap  Bidang Pertahanan DPP Partai Golkar, menutup sambutannya. (nora)

Related posts

Pengurusan Paspor untuk WNI Mulai Normal

Rizki

Kapolresta Sidoarjo Bertemu 23 Cakades Wilayah Taman

Rizki

Vaksinasi Ika Unair Sidoarjo dan PLN Menyasar Warga Kecamatan Taman

Rizki