
Sidoarjo. NEODEMOKRASI. COM. H Khulaim Junaidi bersinergi dengan Bakesbangpol Provinsi Jatim menggelar acara sosialisasi bersama dengan pemuda Karang Taruna dan pemuda Muhammadiyah se-kabupaten Sidoarjo. Dengan tema Sosialiasasi Peran Pemuda Terhadap Antisipasi Radikalisme dan Terorisme di Jawa Timur.
Undangan yang berjumlah 300 pemuda pemudi yang datang dari seluruh wilayah Sidoarjo meliputi 322 desa yang ada di 17 kecamatan yang ada di Sidoarjo datang lebih awal di Hall Hotel Luminor kawasan jalan Pahlawan Sidoarjo, Jumat, 19/7/2024.
Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Polituk Provinsi Jatim) yang diwakili Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Doni Nugroho Susanto S. SOS, MM menyampaikan materi terkait Upaya Pemprof Jatim dalam Mencegah Berkembangnya Radikalisme dan Terorisme di Jawa Timur.
Dalam materinya ia menyampaikan bahwa Jawa Timur sebagai propinsi terluas dengan 29 Kabupaten dan 9 kota berpenduduk 41,42 juta orang yang tinggal di 8494 yang terdapat di 666, kecamatan kaya akan keragaman budaya yang didominasi budaya Oseng , Arek, Mataraman dan Madura . Keberagaman budaya ini memungkinkan terbukanya kerawanan akan ancaman radikalisme dan separatisme.
Ia juga mengatakan media digital memiliki peran vital sebagai penyebab memudahkan kelompok radikalisme menyebarkan propaganda, provokasi dan lain lain. Dengan kerawannan lebih besar dari pada media cetak. Sehingga masyarakat harus lebih ekstra hati hati dalam mengkonsumsi materi digital. Juga memudahkan rekrutmen anggota, pelatihan penggalangan kelompok.
Tujuan lain acara ini yakni menciptakan kondisi masyarakat yang aman, nyaman dan kondusif . Menciptakan kondisi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dan sejahtera.
Dalam kesempatan ini selain memaparkan konsep pembangunan Mbangun Deso Noto Kuto Cak Khulaim juga menyoroti tingginya kebocoran pendapatan asli daerah yang perlu penanganan lebih serius. Terutama yang bersumber dari pajak restoran, rumah makan serta retribusi daerah.
Dalam paparannnya ia juga menyampaikan bahwa agar desa maju dan mandiri harus ada anggaran untuk membangun desa meningkatkan pendapatan desa sehingga desa mampu mandiri membiayai pembangunan sendiri. Termasuk membuka sentra sentra ekonomi yang pada akhirnya mampu mengurangi jumlah kemiskinan dan pengangguran di desa.
Pemuda sebagai pendorong dan pendobrak perubahan harus berperan aktif dalam upaya ikut membangun dan memajukan Kabupaten Sidoarjo. (nora)
