Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Pembacokan di Kota Lama, Polisi Buru Pelaku

Dua korban pembacokan di Kota Lama Surabaya.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Peristiwa pembacokan di Taman Sejarah Kota Lama Surabaya pada Selasa (25/11) dini hari, mulai terkuak kronologis dan motif pembacokan. Akibat pembacokan menyebabkan dua pemuda, yakni  Patihamis Soumena (22) dan Rizky Tuanya (22), asal Desa Waetawa Kabupaten Buru Selatan, Maluku, yang tinggal di Jalan Nginden, dirawat di RSUD dr Soetomo.

Kedua korban yang juga mahasiswa Unitomo Surabaya tersebut merupakan korban pembacokan dari lawan yang tidak dikenal. Hal itu diungkapkan oleh saksi dan juga teman yang ada di lokasi kejadian Kota Lama Surabaya.

Bahasan Bahta (22) menceritakan bahwa pada saat itu dirinya bersama Patihamis Soumena (korban) dan Rizky Tuanya (korban), bersama dua teman lain menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka menjemput teman yang perjalanan dari Maluku mengunakan jalur laut.

“Kami berangkat ke Tanjung Perak jam 01.00 WIB untuk jemput kawan. Info yang kami terima kawan bersandar pukul 03.00 WIB. Karena lama menunggu, kami jalan-jalan dan duduk-duduk di Kota Lama Surabaya, sekitar pukul 02.00 WIB,” ujar Bahasan Bahta.

Tidak lama para korban nongkrong, tiba-tiba datang dua motor berisi satu motor bergoncengan dua orang. Sedangkan satu motor lagi berboncengan tiga orang. Motor knalpot brong itu lantas berhenti.

“Jadi pelaku pembacokan teman saya berhenti dan geber-geber. Tiba-tiba ada lima orang mengendarai 2 motor sedang geber-geber knalpot brong. Kemudian petugas Satpol PP menegur mereka untuk pergi. Nah, gak tahu kenapa mereka lantas memparkir motornya dekat Jembatan Merah lalu datang ke kami dan melakukan pembacokan,”  tambah Bahasan Bahta.

Pengakuan Bahasan Bahtra bahwa senjata yang digunakan untuk melakukan pembacokan adalah parang dengan panjang sekitar 40 cm. “Saat membacok, Satpol PP hanya berteriak mengusir mereka. Sedangka dua teman saya sudah tersayat-sayat. Setelah membacok kawanan pelaku kemudian melarikan diri menuju Kembang Jepun,” tutup Bahasan Bahta.

Hingga berita ini diturunkan belum ada ketetangan resmi dari pihak Polsek Bubutan maupun Polrestabes Surabaya terkait perkembangan penangkapan terhadap pelaku pembacokan TKP Taman Sejarah Kota Lama Surabaya.(dan)

Related posts

Dukung UMKM, Istri Bupati Kunjungi Kampung Panci Porong

Rizki

Pemkot Surabaya Intensifkan Pendekatan Kolaboratif Berbasis Komunitas

Rizki

BPBD Jatim Ajak SRPB Jatim Bangun Kesadaran Lingkungan

Rizki