Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Pemberlakuan Jam Malam Harus Diimbangi dengan Adanya Wahana Komunitas Komunitas Remaja yang Positif

Politisi PKS, H Afdhal Ihsan

Sidoarjo. NEO-DEMOKRASI. COM. Meningkatnya kasus kriminal yang diakibatkan kenakalan remaja di bawah umur di Kabupaten Sidoarjo , mengundang keprihatinan cukup dalam bagi kita semua. Maka, sudah layak ketika  Kabupaten Sidoarjo resmi memberlakukan aturan terkat batasan jam malam bagi pelajar.. Kebijakan tersebut i ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Bupati Sidoarjo Nomor 000.1.10/9544/438.6.5/2025 yang ditandatangan langsung oleh i Bupati H. Subandi pada 19 Agustus 2025 lalu.

Dalam SE tersebut ditegaskan, aturan jam malam berlaku mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Pelajar dilarang beraktivitas di luar rumah tanpa pendampingan orang tua terkecuali untuk kegiatan sekolah, keagamaan, kondisi darurat kesehatan, atau jika anak berada bersama orang tuanya.

Kebijakan ini mengundang berbagai tanggapan, salah satunya dari politisi PKS DPRD Kabupaten Sidoarjo, , H Afdhal Ihsan.

“Kami apresiasi upaya pemkab dalam hal ini.. Mengingat sekarang ini kasus- kasus kenakalan remaja, terutama munculnya genk genk remaja biasanya terjadi pada malam hari saat warga sudah banyak yang memilih beristirahat d rumah karena capek bekerja seharian.”  katar Ketua Fraksi PKS- PPP ini.

Lebih lanjut H Afdhal Ihsan juga  mengatakan bahwa bagaimanapun upaya ini artinya larangan larangan dan pembatasan jam malam ini perlu diimbangi dengan kehadiran wahana  atau klub-klub komunitas  remaja positif yang hadir di tengah – tengah masyarakat yang kemudian bisa menjadi temoat menyalurkan energi dan potensi remaja- remaja kita..

“Upaya oemkab ini saudah bagus, namun belum komprehensif menurut kami.. Sementara masalah sosial yang  ditimbulkan akibat kenakalan remaja yang terjadi cukup kompleks penyebabnya.” tambah anggota komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo ini.

Namun begitu, pihaknya berpendapat ini upaya yang sangat positif dan diharapkan efektif mengurangi kenakalan remaja di wilayah kabupaten Sidoarjo..

“Harapan kami, upaya pemkab ini jangan berhenti sampai di sini saja.. Tapi harus diupayakan untuk membantu tersedianya tempat- tempat atau komunitas komunitas remaja di setiap desa/kelurahan yang bisa menjadi tempat bagi para remaja kita untuk menyalurkan bakat atau hobbinya. Seperti remas remaja mesjid atau karang taruna harus mendapat dukungan fasilitas dan pendanaan yg cukup dari pemerintah sehingga benar-benar bisa menjadi tempat yang tepat dan positif bagi para remaja kita untuk menghabiskan waktu dan energinya agar berkembang menjadi anak yang lebih baik ” pungkasnya. (nora)

Related posts

Ketua PKS Jatim Dukung Tokoh NU Jadi Pahlawan Nasional

Rizki

Di Surabaya, Polisi Dilatih Tracing dan Asesmen Covid-19

Nasich Aschall : “Angka Kemiskinan ini Bisa Berubah Ketika ada Langkah Konkret yang Dilakukan Pemprov”

neodemokrasi