Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Pelaku Jambret dan Curanmor Antarkota Dibekuk Polsek Gubeng

Pelaku curanmor, jambret, dan penipuan penggelapan ditangkap Polsek Gubeng.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Bapak anak dua nekat melakukan pencurian dan pengelapan serta penjambretan di beberapa kota di Jawa Timur. Dalam melakukan aksi tersebut, bapak beranak 2 ini akhirnya apes saat melakukan pencurian motor di sekitar Lapangan Hoki Jalan Dharmawangsa, Surabaya.

Hadi Prasetyo (33) warga domisili Jalan Raden Patah, Gedangan, Sidoarjo, akhirnya ditangkap oleh Polsek Gubeng, Sabtu (21/6) pukul 17.00 WIB, tepat di traffic light Jalan Darmawangsa, yang berjarak 20 meter dari Lapangan Hoki.

Penangkapan kepada Hadi Prasetyo dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Gubeng Ipda Dwi Santuso. “Penangkapan kepada pelaku hasil dari anggota reskrim yang pada saat itu sedang kring serse di sekitar Lapangan Hoki depan RSUD Soetomo,” ujarnya, Senin (7/7).

Lebih lanjut Dwi Santuso menjelaskan pelaku saat melakukan aksi curanmor seorang diri. “Jadi pelaku ini mencuri motor seorang diri dan terget yang dicuri adalah motor terpakir di jalan raya dengan posisi kunci kontaknya nempel. Dan pemilik motor sedang membeli nasi goreng,” tambahnya.

Melihat ada kunci melekat di motor jenis Honda Scopy nopol L 3350 RK yang terparkir, pelaku Hadi Prayitno timbul keinginan untuk melakukan pencurian.  Tidak perlu waktu lama untuk melarikan motor. Dalam hitungan detik mesin motor berhasil dinyalakan dan tancap gas. Namun korban mengetahui motor dilarikan oleh orang tak dikenal sehingga teriak-teriak dan mengejar.

Dari teriakan korban, anggota opsnal Reskrim Polsek Gubeng yang ada di lokasi ikut melakukan pengejaran. “Anggota reskrim mengejar dan pelaku berhasil dihentikan di kemacetan menuju trafic light Jalan Dharmawangsa,” tambah Dwi Santuso.

Selama pemeriksan kepada pelaku, ternyata ditemukan aksi kejahatan yang cukup banyak. Pengakuan pelaku setidaknya telah melakukan aksi kejahatan sebanyak 6 kali. Mulai tempat kejadian di Situbondo, Sidoarjo dan Surabaya.

“Jadi pelaku ini ternyata sudah melakukan aksi mulai jambret kalung emas dan tas di wilayah Waru dan Taman, Sidoarjo. Bukan hanya itu. Aksi penipuan penggelapan juga dilakukan di Kabupaten Situbondo, Sidoarjo dan Surabaya. Dan untuk aksi terakhir curanmor di Gubeng pelaku apes,”tutup Dwi Santuso.

Saat ditanya untuk hasil kejahatan penipuan penggelapan motor dan curanmor, semuanya dijual ke Madura. Sedangkan hasil aksi kejahatan untuk kebutuhan ekonomi.

Pelaku Hadi Prayitno mengaku bahwa kebutuhan sehari-hari mengalami kekurangan karena jarang mendapatkan pekerjaan.“Istri saya bekerja dan saya juga bekerja sebagai kernet, namun jarang bekerja karena menjadi kernet gajian sedikit. Hasil penjualan motor curian cukup lumayan banyak. Bisa untuk makan 1 bulan,” aku tersangka.(dan)

 

Related posts

Upacara HGN, Wali Kota Surabaya Cium Tangan Guru

Rizki

Artotel TS Suites Surabaya Berbagi Keceriaan dengan Anak Yatim

Rizki

Dibina Semen Gresik, Sukses Punya 300 Reseller

Rizki