Neo-Demokrasi
Jatim Opini

Pandemi Kapankah Berakhir?

Oleh Dr. Rismawati.,SE.,MM

 

Kita semua mengetahui bahwa perkembangan kasus COVID-19 saat ini bahkan boleh dikatakan di dunia menunjukkan pergerakan gelombang serta munculnya varian baru yang terjadi di sejumlah negara dan salah satu contoh negara yang membuat panik karena adanya tsunami covid adalah India. Pemerintah pun telah bersiap untuk menghadapi segala ancaman terburuk yang melanda khususnya di Indonesia, pentingnya kewaspadaan dini akan adanya ancaman serupa seperti yang terjadi di India, tsunami Covid-19 di Indonesia merupakan bentuk ancaman yang sangat luar biasa bagi semua.

Protokol kesehatan (prokes) dinilai sebagai salah satu solusi yang efektif untuk dapat menekan potensi tsunami COVID-19 yang memiliki potensi dan membuat semua pihak khawatir akan terjadi di Indonesia. Hampir semua pihak saat ini yang dirasakan disekitar kita naiknya penderita Covid pun semakin meningkat, bahkan beberapa pakarpun menyatakan bahwa Indonesia saat ini menghadapi gelombang kedua pandemi COVID-19 yang berpotensi menjadi tsunami COVID-19 seperti hal nya yang terjadi di negara India saat ini.

Saat ini kita mengetahui bahwa perkembangan kasus COVID-19 terus meningkat dikarenakan adanya temuan varian baru, berbagai macam upaya pun telah dilakukan untuk mencegah hal yang serupa agar tidak terjadi di Indonesia. Hal yang membuat kita harus berfikir dan kita ambil sisi positif dari kejadian di India adalah begitu kasus COVD-19 meningkat maka diikuti dengan meningkatnya fatalitas atau tingkat kematian yang tinggi. Penyebab pastiya dari peristiwa tersebut ternyata tidak diketahui sepenuhnya, namun dapat diduga bahwa euphoria vaksinasi di India menjadi salah satu faktor utama di negara tersebut. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran Pemerintah jangan sampai ini dapat terjadi di Indonesia, karena lingkup vaksinasi di Indonesia baru menyentuh angka sekitar 2,5 persen dari total keseluruhan penduduk.

Saat ini Indonesia menjadi sorotan dunia dikarenakan merebaknya kasus Covid ini. Opini lain pun menyatakan bahwa Indonesia tampaknya menjadi studi kasus untuk negara di mana varian Delta mengkonfirmasi beberapa kekhawatiran. Adanya tenaga medis yang meninggal di Kudus akibat Covid-19 walupun telah diberi vaksin Sinovac. Meski demikian Indonesia sendiri tidak mendapatkan kabar tersebut, justru malah adanya media luar negeri New York Times telah melaporkan adanya peristiwa tersebut. Para profesional kesehatanpun juga dinyatakan meninggal setelah divaksinasi dengan Sinovac, ada lagi perawat ahli gizi pun telah divaksinasi lengkap justru dinyatakan meninggal. Akibatnya hal tersebut dipandang sebagai studi kasus di mana varian Delta baru mengkonfirmasi beberapa kekhawatiran paling tidak wajar dari komunitas ilmiah.

Oleh karena itu, apa yang telah saya ceritakan tersebut diatas merupakan bukti dan fakta yang nyata saat ini terjadi disekitar kita, terkadang kita berfikir sampai kapan pandemi ini akan berakhir?apakah kita akan dselimuti rasa khawatir dan ketakutan akan terjadinya hal yang sama seperti India?masyarakat awam pun merasa bosan dengan situasi dan kedaan seperti saat ini, justru mereka tidak berfikir akan dampak yang ditimbulkan oleh adanya kekhawatiran yang berlebihan sehingga akan menurunkan imunitas dalam tubuh seseorang. Kita ketahui bahwa minimnya tingkat literasi pemahaman pandemi dari masyarakat sendiri dan rendahnya kualitas infrastruktur dalam mengatasi pandemic COVID-19 yang kita miliki menambah tingkat kerentanan dan dampak dari multibencana yang terjadi saat ini. Dalam situasi normal saja tanpa adanya pandemi prokes untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 seperti 3 M masih sangat sulit untuk dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat, apalagi dengan adanya fasilitas hidup dan fasilitas kesehatan yang serba terbatas.

Berangkat dari beberapa pengalaman yang terjadi selama hampir 1 tahun lebih menangani bencana pandemi saat ini terdapat lima strategi penanganan yang terutama di daerah yang menjadi episentrum COVID-19 sekaligus dapat dikatakan menjadi daerah rawan peningkatan kasus COVID-19.

Pertama, harus adanya penguatan pada lingkungan institusi pemerintah. Pemerintah pusat maupun daerah harus dapat dipastikan melakukan refocussing pada semua sumber daya uang ada untuk dapat mengatasi COVID-19 ini. Tetapi, pemerintah pusat tetap harus berkordinasi dengan pemerintah daerah dan juga lembaga-lembaga pemerintah lainnya untuk bersiap menghadapi terjadinya bencana ini. Kedua, terkait dengan penataan logistik dan insfratruktur yang harus dibenahi agar jaringan transportasi dan juga komunikasi tidak terhambat karena adanya kerusakan. Ketiga terkait dengan perekrutean atau pengerahan relawan. Ditengah pandemi saat ini perekrutan atau pengerahan relawan akan sangat terbatas, saat ini massing-masing individu berfikir keras untuk menjadi relawan di tengah pandemi. Keempat, berkaitan dengan penyediaan tempat evakuasi dan juga penampungan sementara yang tentunya dengan protokol kesehatan. Hotel serta penginapan juga asrama miliki pemerintah maupun swasta harus disiapkan. Kelima peningkatan kesiapsiagaan setiap individu. Dalam masa pandemi COVID-19 yang membatasi pergerakan sosial secara besar, maka menjadi suatu hal yang penting bagi setiap individu untuk selalu waspada dan siap siaga. Salah satunya adalah update terus dengan berbagai macam informasi penting melalui perangkat komunikasi dengan memonitoring informasi melalui situs berita dari sumber yang dapat dipercaya.

Menjadi suatu hal yang penting pada saat ini agar terus memonitoring informasi dari institusi yang diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk menyebarluaskan informasi mengenai berita apapun, serta informasi juga didapatkan dari ketua RT dan RW setempat sehingga penting untuk selalu berkordinasi dengan aparat pemeritah pada semua level. Sehingga pada akhirnya diperlukan kerjasama yang saling terkordinasi dari semua stakeholders terutama pada wilayah dengan ringkat penyebaran COVID-19 yang tinggi. Kita semua tidak tahu sampai kapan pandemic ini akan berlangsung. Semua pihakpun diminta agar saling untuk membantu sesuai dnegan porsi dan kompetensi yang dimilikinya masing-masing. Terima kasih.

Related posts

Pola Interaksi Diperketat, Disiplin Protokol Kesehatan

neodemokrasi

Pembelajaran Daring di Masa Pandemi, Efektifkah?

Rizki

Laut Surut, 49 Ikan Paus di Pantai Desa Patereman Tak Terselamatkan

Jaini neo-demokrasi.com