
Pasuruan, NEODEMOKRASI.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasinya pada Aisyiyah sebagai mitra pemerintah dalam penguatan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya, yaitu ikut berkontribusi mendukung ketahanan pangan lewat basis qaryah thayyibah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri Milad Aisyiyah ke-108 yang bertemakan Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah Untuk Jawa Timur Mandiri dan Sejahtera di Aisyiyah Training Center Pasuruan, Selasa (1/7).
Gubernur Khofifah menyebut, komitmen penguatan sektor pangan yang dilakukan Aisyiyah terbukti dengan adanya penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur serta penandatangan perjanjian kerja sama PWM Aisyiyah dan 15 OPD di lingkungan Pemprov Jatim.
“Hari ini kepala OPD Pemprov Jatim cukup banyak yang rawuh. Sepanjang kami mendapat mandat sebagai Gubernur Jatim, ini adalah MoU terbanyak yang pernah kami lakukan. Artinya ada kepercayaan yang besar kepada keluarga besar Aisyiyah karena memang kerja nyata dan komitmen yang luar biasa untuk memberikan penguatan dan pemberdayaan masyarakat,” terang Khofifah.
Khofifah menyebut, Aisyiyah terus melanjutkan ikhtiar untuk bisa membangun sinergi dan kolaborasi menguatkan dan mengokohkan ketahanan pangan melalui basis qaryah thayyibah karena yang dilakukan Aisyiyah sudah faktual dan bisa memberikan berkontribusi nyata.
Qaryah thayyibah, menurut Khofifah, merupakan konsep berbasis desa yang turut melibatkan RT-RW dan masyarakat dari tingkatan paling bawah. “Saya rasa Aisyiyah berkomitmen mendedikasikan untuk masyarakat luas jadi bukan Aisyiyah untuk Aisyiyah saja. Tapi Aisyiyah untuk masyarakat. Pada milad ke-108 kali ini menjadi tonggak penting bagi Aisyiyah untuk memberikan kontribusi dalam membangun ketahanan pangan nasional,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Kemenko Pangan Karsan menyampaikan, swasembada pangan menjadi program strategis Presiden Prabowo agar terus digalakkan.
“Alhamdulillah swasembada beras sudah tercapai. Stok gabah sudah mencapai 4 juta ton, tentu ini juga bagian kontribusi Jawa Timur yang memiliki lahan baku sawah terbesar di Indonesia. Selain itu, peran wanita, Aisyiyah yang berkontribusi memajukan pembangunan di semua sektor dari sektor pertanian hingga UMKM menjadi hal yang harus diapresiasi,” kata Karsan.
Di akhir, Khofifah juga menyaksikan penandatangan perjanjian kerja sama PWA Aisyiyah dan 15 OPD di lingkungan Pemprov Jatim. Turut hadir Ketua PWM Sukadiono, Ketua PP Aisyiyah Latifah Iskandar, Ketua PWA Jatim Rukmini, dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (dan)
