
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Seorang kakek bernama Jali (60), warga Joyoboyo Belakang, Wonkromo, ditangkap warga dan diserahkan ke Polsek Wonokromo. Kakek tersebut diduga telah mencabuli 4 anak dan 2 mama muda.
Penangkapan yang dilakukan oleh warga dan diserahkan ke pihak kepolisian pada Kamis (21/8) pukul 15.00 WIB. Pelaku pencabulan setelah dimankan Polsek Wonokromo kini ditangani oleh Unit PPA Polrestabes Surabaya.
Aksi pencabulan terbongkar setelah salah satu ibu korban, Fera Trisila (44) warga Jl. Joyoboyo Belakang (samping rumah pelaku) melaporkan tetangganya. Abah Jali ke Unit PPA polrestabes Surabaya pada 10 Agustus 2025. Pelaku dilaporkan atas aksi pencabulan yang dilakukan kepada SC.
SC yang masih duduk di bangku SD, merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan pasutri Fera Trisila dan Halim. Kedua orang tua SC sempat curiga dengan apa yang terjadi pada putri keempatnya itu.
“Semula saya mengetahui pada tanggal 9 Agustus 2025 pukul 20.00 WIB, anak saya dibonceng oleh pelaku sambil menangis. Setelah saya tanya ke anak saya ternyata telah dicabuli oleh pelaku di sungai sekitaran Joyoboyo,” ujarnya, Jumat (22/8).
Ibu pelaku tidak terima akan tindakan Abah Jali yang telah meremas payudara dan alat vital anak putrinya. “Saya sempat mendengar banyak korban asusila yang dilakukan pelaku. Atas yang dialami anak saya sehingga saya marah dan nekat melaporkan ke polsek dan diarahkan ke Polrestabes Surabaya pada tanggal 10 Agustus 2025,” tambah Fera Trisila.
Dari keterangan ibu korban pencabulan, setidaknya ada 4 anak menjadi korban pencabulan. Rata-rata adalah warga Joyoboyo Lebar, Joyoboyo DKA dan Bumiharjo. Selain korban anak-anak juga ada 2 korban dewasa terdiri dari mama muda dan janda muda.
“Kalau anak saya tidak sampai disetubuhi karena menangis keras saat disentuh pelaku. Korban lainya juga mengalami hal yang sama. Sedangkan untuk korban janda dan ibu muda ada yang diremas payudaranya dan dipukul pantatnya,” tambah Fera Trisila dengan nada geram.
Dengan ditangkapnya pelaku ini, ternyata banyak bermunculan korban yang pernah dicabuli. Pencabulan yang dilakukan dengan cara memegang alat vital, payudara, pantat, dan mencium bibir.
Selain itu, menurut informasi, untuk beberapa korban yang dipilih pelaku adalah anak-anak, gadis, dan mama muda bertubuh sintal. “Kebanyakan yang dicabuli kakek gila (Jali) itu adalah yang bertubuh sintal,” tambahnya lagi.
Aksi pencabulan telah lama dilakukan. sekitar 8 tahun yang lalu hingga sekarang. Aktifvitas pelaku ini dulunya adalah supir truk angkutan pengiriman unit mobil baru. Setelah ada masalah di perusahaan, pelaku dikeluarkan dan kini menjadi jukir di sekitar SPBU Joyoboyo
Sosok pelaku Abah Jali saat masih menjadi sopir truk kerap bermain wanita. Namun saat ini pekerjaan sebagai jukir dan tidak memilik banyak uang, sehingga melampiaskan hasratnya kepada anak anak.
Penangkapan kepada Abah Jali dibenarkan oleh Kanit PPA Iptu Oktavianus Mamoto. Dirinya membernarkan bahwa telah melakukan penangkapan. “Iya Mas, sudah kita periksa dan lanjut ditetapkan tersangka, untuk korban ada beberapa. Tapi untuk data lengkapnya tunggu keterangan kasi Humas Polrestabes Surabaya,” ujarnya.(dan)
