Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Harisandi Savari  S. Pt., S.T.: ” Fokus Kita Bagaimana  Menarik Minat Masyarakat Madura untuk Membangun Madura Sendiri”

Harisandi Savari, S. Pt., S.T, Politisi PKS DPRD Provinsi Jatim

Surabaya. NEODEMOKRASI. COM. Tingginya antusiasme sebagian besar warga Madura yang lebih memilih bekerja di luar daerah Madura, termasuk bekerja sebagai TKI di luar negeri, menjadi salah satu indikaai kenapa SDA yang dimiliki Madura tidak bisa tergarap maksimal.

Menurut politisi PKS DPRD Provinsi Jatim, , Harisandi Savari, S. Pt., S.T. tradisi sebagian besar orang Madura ini bukan pemicu rendahnya IPM Madura jika dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.

“Stigma itu di mana yang lebih banyak kan begitu lulus SMP atau langsung dia menjadi pekerja migran. Jangan-jangan upaya-upaya untuk meningkatkan IPM, fokus utama meningkatkan kesejahteraan ekonomi dulu” ujar pengusaha properti Pamekasan ini.

“Kemarin kita juga sudah beberapa kali berkolaborasi. Kebetulan saya di Kadin sebelum menjadi anggota Dewan. Kita berpikir keras dalam artian bagaimana sarjana-sarjana  Madura ini nantinya bisa keluar punya skill. Karena di Madura salah satu industri yang ada adalah Industri garam sama rokok. Nah, sementara program studi yang ada di universitas yang ada di Madura itu mayoritas masih fokus pada manajemen, akutansi. mayoritas masih untuk keahlian seperti sipil, mesin, dan belum ada. Ada tapi masih sedikit. Kita juga melakukan program pelatihan dengan menggandeng beberapa universitas. Bagaimana nantinya universitas yang nantinya mengeluarkan lulusan-lulusan yang punya skill. ” kata anggota Komisi D DPRD Provinsi Jatim ini.

Politisi PKS yang berangkat dari dapil Jatim 14 ini juga mengakui bahwa mayoritas lulusan yang keluar dari Universitas yang di Madura itu masih belum mempunyai skill yang memadai untuk ditempatkan di beberapa industri yang ada di Kabupaten Pamekasan.

“Dengan cara ini bagaimana minat-minat nantinya mahasiswa-mahasiswa baru ini pada program-program studi yang menjanjikan dengan dunia kerja yang ada di Kabupaten Pamekasan dan Madura. Artinya bisa menarik minat masyarakat Madura untuk melihat Madura sendiri. ” ujar mantan ketua Kadin Pamekasan periode 2021-2026 ini.

Ia menambahkan beberapa universitas di Madura juga memfasilitasi program beasiswa sudah ada bagi mereka yang berminat melanjutkan perguruan tinggi tapi tidak ada biaya.

” Salah satunya program beasiswa . Saya rasa kan kemarin ada perbincangan di bank . Ada beasiswa untuk anak SMA , kayaknya ada 500 sampai 1.000 siswa.  Jadi ini saya rasa menjadi batu loncatan. Bahwa untuk melanjutkan ke pergurian tinggi ada seri proses. “kata pria kelahiram 23 November 1983 ini.

Selaku wakil rakyat pihaknya juga melihat banyak program beasiswa yang ditawarkan baik dari pemerintah. Termasuk pemprov Jatim . Pihaknya jugarajin menggelar  pogram-program sosialisasi  untuk meningkatkan keinginan melanjutkan ke perguruan tinggi. Salah satunya ke lembaga pondok pesantren yang ada di Pamekasan.

Kendati peminat paling banyak justru dari penduduk-penduduk di Bangkasan. Namun pihaknya berusaha bagaimana baik dari SMP dan SMA atau yang ada di pondok pesantten bisa juga tertarik untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Tetapi yang pihaknya keluhkan adalah  jurusan yang tersedia di Perguruan Tinggi yang banyak tersedia di Madura jumlahnya umum-umum, belum ada jurusan yang mengembangkan skill atau keterampilan secara khusus.

“Betul Karena seperti yang saya bilang tadi, program studi yang khusus soal keahlian itu masih minim. Nah ini yang kita akan godok, tentu kita akan melakukan beberapa pertemuan dengan beberapa rektor yang ada di Madura. ”  ujarnya.

Univeraitas yang ada di Pemekasan juga sudah cukup banyak. Seperti Universitas Madura, UIM Pamekasan, Polinema Pamekasan, Akademi Kebidanan Aifa Husada Madura dan IAIN Madura. Dari keseluruhan wilayah Madura, Pamekasan paling banyak punya perguruan tinggi.

“Kita juga sering mengadakan latihan setiap bulan satu kali, ya tujuannya hanya untuk itu. meningkatkan  gairah sekolah. Kan kebanyakan dari mereka itu banyak menamatkan SD, SMP, kemudian bekerja sebagai pedagang. Keluar dari Madura. Iya, sebagai pedagang. Termasuk juga untuk menjadi TKW, TKI. Ada di daerah tertentu yang khususnya wilayah utara, tapi untuk wilayah kota rasanya mereka sudah berkurang. ” tambahnya.

Upaya untuk terus  membangun Madura secara mandiri juga terus berlangsung. Dari pemerintah daerah sendiri sudah ada. . Jadi pemerintah daerah punya program bagaimana lulusan-lulusan terbaik SMA ini diiorbitkan, dimasukkan di beberapa universitas di luar Madura, itu nantinya kembali lagi dan mengapdi untuk Madura. Mereka ini terikat perjanjian, karena mereka sudah dibayar oleh pemerintah daerah, maka harus balik ke Madura untuk membangun Madura. (nora)

Related posts

Peluang Besar, Bank Jatim dan PW Muhammadiyah Jawa Timur Lakukan Penandatanganan MoU

neodemokrasi

Inovboyo 2025 Jadi Laboratorium Kreativitas dan Budaya

Rizki

Jalani Ramadhan dengan Perbanyak Istigfar dan Ibadah Serta Hindari Maksiat

neodemokrasi