
Surabaya.NEODEMOKRASI.COM. Penambahan pupuk subsidi secara nasional sebesar Rp 14 triliun diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara nasional, utamanya di wilayah Jatim, sebagai provinsi yang menempati urutan nomor 1 pengahasil beras secara nasional. Dengan begitu hasil padi provinsi Jatim tetap mampu diandalkan sebagai lumbung pangan nasional. Jawa Timur tahun lalu telah mampu menghasilkan Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 9,591 juta ton. Ketersediaan beras di Jatim pada juga surplus sebesar 2.410.862 ton. Tidak hanya padi, Jatim juga menghasilkan komoditas pangan lain seperti Jagung, garam, ayam petelur, cabe rawit dan bawang merah nomor 1 secara nasional. Produksi beras Jatim telah mampu memenuhi kebutuhan 19 provinsi lain.
“Subsidi pupuk diharapkan mampu untuk memberikan dukungan saprodi untuk meningkatkan produksi. Realisasi penyaluran pupuk subsidi juga mengacu kepada SK bupati/walikota. Untuk penyaluran juga disesuaikan kebijakan masing-masing daerah dimana sistem penebusan bisa dibagi memperhatikan kebutuhan lapangan. Sesuai Permentan No. 1 Tahun 2024 penebusan sudah menghilangkan alokasi tiap bulan yang mana hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi jadwal tanam petani yang maju ataupun mundur.”jelas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Ir Dydik Rudy Prasetya MMA, Senin (9/7/2024)

Seperti kita ketahui berubahnya jadwal musim kemarau yang mundur di beberapa wilayah jatim ikut mempengaruh jadwal tanam yang ikut mundur. Ini menytesuaikan ketersediaan air untuk kebutuhan area pertanian di wilayah . Beberapa daerah di Jatim yang mengalami jadwal tanam yang mundur seperti Lamongan, Gresik dan Tuban.
“Seperti halnya pada beberapa Kabupaten di Jawa Timur seperti Lamongan dan Tuban yang mengalami pergeseran pola tanam akibat dampak perubahan iklim, kebutuhan pupuk dapat disesuaikan berdasarkan jadwal tanam. Dengan kebijakan tersebut, maka kebutuhan tanaman akan pupuk dapat terpenuhi sehingga dapat meningkatkan produktivitas maupun produksinya.” tambahnya.
Dydik juga menambahkan komposisi penambahan subsidi pupuk di Jatim tahun ini. disesuaikan dengan kebutuhan alokasi dan serapannya. Kebutuhan pupuk subsidi untuk mendukung pertanian di daerah yang ada di provinsi Jatim yang diusulkan mencapai 2.418.491 ton, namun Jatim hanya mendapat tambahan sebesar 963.84 to Penambahan ini juga sangat dibutuhkan mengingat alokasi pupuk bersubsidi Jawa Timur memang masih sangat kurang. Jika tidak ada penambahan pupuk subsidi dipastikan akan mempengahui penuruann jumlahgproduksi pertanian di Jawa Timur,.
Ia telah mengusulkan untuk musim tanam tahun 2024 kebutuhan pupuk bersubsidi petani sebanyak 2.418.491 ton. Tapi realisasinya, petani di Jatim hanya mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dari Pemerintah Pusat sebesar 963.847 ton.(nora)
.
