Neo-Demokrasi
Headline Kesra

Cegah Perundungan di Sekolah dengan Program Camp Kenari

Mahasiswa Stikes Widyagama Husada Malang bersama siswa SMA Jenderal Sudirman.

Malang, NEODEMOKRASI.COM – Untuk mencegah aksi perundungan (bullying), terutama di sekolah-sekolah, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Widyagama Husada Malang menggelar program inovasi yang dinama Camp Kenari.

Program ini menyasar  SMA Jenderal Sudirman, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.  Sekolah ini banyak menelurkan prestasi. Baik secara intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Seperti pencak silat, karya ilmiah, futsal, Palang Merah Remaja (PMR), hingga Pramuka.

Namun dari aktivitas yang positif tersebut, terdapat permasalahan besar di sekolah. Yakni adanya masalah perundungan yang juga dialami sekolah-sekolah lainnya. Perundungan sendiri terkadang tidak disadari bahwa perilaku tersebut adalah tindakan merugikan pihak lain.

Wakil Kepala SMA Jenderal Sudirman Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Umamah mengakui pernah terjadi kasus perundungan di sekolahnya. Hal ini berakibat siswa yang menjadi korban perundungan merasa tidak nyaman. “Namun berkat keuletan guru bimbingan konseling (BK), akhirnya siswa tersebut kembali ke sekolah,” katanya.

Melalui program Camp Kenari yang diinisiai mahasiswa Stikes Widyagama Husada Malang, diharapkan mampu mencegah perundungan di sekolah. Camp Kenari digelar mulai bulan Juni hingga puncaknya pada 15-16 September 2023.

Program yang dijalankan selama 4 bulan tersebut telah menghasilkan beberapa aktivitas. Seperti pengenalan kesehatan jiwa remaja, konseling remaja sebaya, perilaku positif, hingga manajemen stres. Serta advokasi tentang perundungan di sekolah dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwadji  menyatakan bahwa program Camp Kenari ini sangat bagus untuk dikembangkan. Pasalnya, saat ini pihaknya sedang mengimplementasikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). “Ini sebagai bentuk pencegahan anti-kekerasan dan bullying di sekolah,” jelasnya.

Suwadji berharap program yang sudah dijalankan saat ini bisa terus menjadi sinergi antara sekolah, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan dalam mencegah perundungan. Serta menjadikan sekolah sehat jiwa, khususnya di sekolah pedesaan.(dan)

 

Related posts

Lapas Delta Sidoarjo Gunakan Alat Pembayaran Nontunai

Rizki

Lima Hari Hilang, Pemuda Ini Jadi Mayat

Rizki

All New Kijang Innova Zenix di Malang Raya Mulai Diinden

Rizki