Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Abdul Halim SH, MH : “Kami Tak Lelah Memulihkan Edukasi, Karena Pendidikan adalah Pondasi Peningkatan Apapun, Termasuk Perekonomian”

Politisi Gerindra DPRD Jatim, Abdul Halim SH, MH

Surabaya. NEODEMOKRASI. COM. Seberapa timggi  capaian jenjang pendidikan sebagai kriteria utama menentukan standart IPM di tiap daerah masih menjadi acuan utama, meski bukan satu satunya. IPM yang dihitung berdasarkan tiga dimensi, yakni, umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.

Menurut politisi Gerindra Abdul Halim SH, MH, problematika terkait dengan indeks pembangunan manusia itu memang utamanya diukur dari dunia pendidikan. Jadi, untuk daerah dapil Jatim XIV ( Madura) menjadi persoalan yang serius . Persoalan ini tidak hanya jadi tantangan, tapi juga menjadi persoalan yang serius.

“Maka usulan saya secara pribadi ketika harus turun ke masyarakat atau ke dapil itu, selalu bagaimana kemudian bahkan pemerintah desa pun itu boleh mengalokasikan dari dana desanya itu  Boleh mengawalkan untuk mensupport dari anak-anak desa yang berprestasi untuk kemudian dibiayai atau diberi beasiswa untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi ” kata pria yang juga menjabat Ketua Komisi D DPRD Jatim ini.

Meskipun banyak program sudah diaplikasikan di wilayah Madura, salah satunya program double track . yakni,  program yang bertujuan untuk memperkuat pengetahuan akademik dan keterampilan siswa yang relevan dengan dunia kerja. Tapi faktnya tak mampu meningkatkan IPM secara signifikan.

” Kenapa program double track itu tidak maksimal, ya anak-anak yang bersekolah di tingkat SMK sederajat itu, itu yang kemudian juga minim. Sehingga kemudian ini yang menjadi tantangan kita dalam rangka untuk bagaimana memberikan semangat kepada anak-anak Madura terkhusus untuk kemudian ya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah atas maksudnya.” jelasnya.

Termasuk upaya-upaya untuk mengurangi jumlah TKW yang bekerja di luar negeri yang di wilayah iJatim jumlahnya cukup tinggi. Meskipun masih dibawah jumlah TKI asal Jawa Barat.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, apapun keputusam itu kembali kepada masyarakatnya. Artinya bahwa bekerja di luar negeri itu betul-betul menjanjikan. Ini ditinjau dari berbagai macam aspek,  bagaimana  mampu meningkatkan taraf  perekonomian. Tingkat kesejahteraan memang meningkat tetapi tidak dalam hal pendidikan. Karena kelompok pekerja migran ini  cenderung  berpendidikani pas-pas saja, paling tinggi SMP itupun  putus.

Abdul Halim SH, M H  juga  menijelaskan bahwa persoalannya adalah anak-anak muda,  remaja yang kemudian juga antusias untuk kerja di luar negeri. Pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai macam cara, memulihkan edukasi, bagaimana kemudian pendidikan itu adalah hal yang sangat fondasi dalam rangka untuk peningkatan apapun, termasuk perekonomian.

“Tapi kan kita ini terkadang juga tidak bisa lantas mencegah mereka untuk kemudian  mengadu nasib karena memang di tempatnya sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Ini juga menjadi problem. Artinya ini kan harus di pandang secara komprehensif yang menurut saya tidak parsial satu persatu. Oleh karenanya ya kami tetap tidak akan pernah. Berhenti  dalam rangka  memberikan ini apalagi data  terbaru  temuan  data BPS seperti ini.” jelasnya.

Pihaknya berharap, bagaimana peran-peran kepala desa itu yang mendapatkan alokasi dana desa dari APBN itu, daerah desa yang minimal 600 sampai 1M lebih itu, itu ada ruang untuk kemudian dialokasikan bagi putra-putra desa tersebut yang berprestasi tapi kemudian tidak memiliki dana, itu untuk disekolahkan.

” Ada ruang fiskal di dalam dana desa itu bisa dilakukan selain infrastruktur dan lain-lainnya itu.. Dana desa itu untuk infrastruktur, pembiayaan BUMDES dan segala macamnya itu.  Tetapi kalau kemudian untuk ruang memberikan beasiswa kepada putra-putri. berprestasi i tersebut yang tidak memiliki anggaran itu . Menurutnya dengan peningkatan IPM ini, kira-kira sampai berapa tahun ke depan bisa direalisasikan supaya dalam status normal sesuai dengan daerah-daerah lainnya.

“Jadi, yang terpenting saya tidak bisa membuat target ya, karena ini berhadapan dengan masyarakat banyak, tetapi kemudian kita ini dengan segala macam kewajiban yang ada pada diri kami ini, ketika turun kami tidak pernah berhenti untuk menyampaikan itu, bahwa bagaimana pentingnya. Bahkan dihadis dan  Al-Quran juga disebutkan ,   Yarfaillahulladzina Amanu Minkum Walladzina Utul Ilma Darojats, artinya  bahwa orang-orang yang mempunyai derajat yang paling tinggi di sisi Allah ialah orang yang beriman dan berilmu.” ungkapnya mengutip surat Al Mujadalah ayat 11.

Dijelaskannya, tidak hanya dikemas dalam konteks regulasi, di dalam firman Allah pun juga dinyatakan. Harus belajar, harus pinter, itu keniscayaan. Oleh karena ini tidak pernah saya pikir juga bagaimana   bahwa kultur Madura juga religius.  Selain itu religiusnya kan kuat. Maka kita masuk di ruang-ruang itu dalam agar memberikan edukasi kepada mereka.

“.Sebagai ketua ikatan alumni, keluarga alumni Universitas Trunojoyo Madura yang ada di Bangkalan. Kami tidak pernah berhenti membuat program-program dalam rangka untuk terus mengajak  anak-anak untuk, sekolah lebih tinggi. Kami dengan teman-teman di internal IKA UTM itu betul-betul bekerja luar biasa, memberikan edukasi, lalu mengajak memperkenalkan diri, lalu bekerja sama dengan SMA-SMA.M

” Terutama karena kami punya kewenangan yang banyak di UTM itu, kami kerjasama dengan SMA-SMA se -Madura untuk memberikan kuota beasiswa. Untuk memberikan berapa prosentase yang berhasil dicapai untuk masuk program beasiswa di UTJ . Di UTM sekarang 40 persen, itu sudah lumayan tinggi menurut saya.. “tutupnya.(nora)

Related posts

Gus Muhdlor-Subandi Minta Bawahannya ‘Ngebut’

Rizki

Sebanyak 89 Jabatan Eselon di Pemkab Sidoarjo Kosong

neodemokrasi

Perubahan Nama Dua BUMD Jatim akan Dongkrak PAD

Rizki