Neo-Demokrasi
Jatim

Masker Biodegradable Ramah Lingkungan dari Tanaman Mimba

Stefanny Angela, mahasiswa jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FT UKWMS).

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Masker menjadi kebutuhan pokok di era tatanan baru. Menggunakan masker saat keluar rumah telah menjadi pedoman kehidupan tatanan baru bagi masyarakat seluruh dunia setelah merebaknya virus Covid-19.

Awalnya karena tingginya permintaan masker, beragam produk masker pun dijual di pasaran. Stefanny Angela, mahasiswa jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FT UKWMS) terinspirasi untuk membuat masker ramah lingkungan dari tanaman mimba.

Ide pemanfaatan bahan tanaman mimba ini dicetuskan Prof. Ir. Suryadi Ismadji, Ph.D., IPM., ASEAN Eng., pembimbing Stefanny.

“Saya meraih predikat Mahasiswa Penginspirasi karena gagasan kreatif mengenai masker mimba biodegradable yang memiliki sifat antivirus, antibakteri, dan juga antijamur,” jelas Stefanny.

Gagasan tersebut ia sampaikan pada saat mewakili UKWMS di ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres). Berkat ide itu, ia mendapat predikat Mahasiswa Menginspirasi di Malam Penganugerahan Pilmapres Tingkat Nasional tahun 2020, Senin(13/9) lalu.

Kelebihan masker buatan Stefanny lainnya, memungkinkan untuk memiliki sirkulasi udara yang baik dan dapat digunakan selama 8 jam. Mantan ketua BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) FT ini mengatakan, masker mimba bersifat biodegradable, yakni mudah didegradasi oleh alam ketika masker sudah tidak digunakan lagi.

“Tanaman mimba banyak di Pulau Jawa namun pemanfaatannya masih sangat minim. Belum banyak masyarakat yang mengetahui akan potensi alam. Pada sisi yang lain, kasus Covid-19 terbesar terjadi di Pulau Jawa,” ujar Stefanny .

Tanaman mimba merupakan tanaman liar yang tumbuh di hutan di tanah yang agak tandus. Fungsinya  sebagai tanaman obat karena kaya kandungan antioksidan dan berpotensi dalam pencegahan Covid-19 di Indonesia.

Penggunaan masker sekali pakai menimbulkan masalah baru bagi lingkungan. Data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa terdapat 29,65 kg sampah limbah B3 berupa masker sekali pakai hanya dalam waktu dua minggu.

Masker mimba dibuat dari tiga lapisan selulosa yang berasal dari tanaman mimba. Pada lapisan kedua, diberi ekstrak biji mimba. Hasil ekstraksi biji mimba, yakni minyak mimba, aman dan ramah bagi tubuh, serta tidak menyebabkan iritasi.

Bahan aktif dalam biji mimba yang berupa nimbin dan nimbidin berperan sebagai antivirus.  Selain itu, kandungan salanin dan meliantriol dalam biji mimba bekerja sebagai anti-bakterial dan antijamur.

Perempuan yang tengah mengejar gelar diploma dalam bidang piano yang diadakan oleh The Associated Board of The Royal School of Music (ABRSM) ini mengaku bangga dapat mengikuti pemilihan mahasiswa berprestasi.

“Pengalaman yang didapatkan sangat banyak. Belajar bagaimana cara promosi diri yang baik, belajar menganalisa gaya kerja diri sendiri melalui diskusi kelompok, belajar mengontrol emosi,” katanya.

Ia mengakui  pada saat wawancara karya unggulan pertanyaannya susah. Oleh karena itu, ia belajar public speaking dengan bahasa Inggris saat presentasi dengan tema yang diberikan langsung. Meskipun acara harus digelar keseluruhan secara daring, ia sangat menikmati proses perlombaan. Selamat Stefanny.(nor/dan)

Related posts

Dukung Komdigi, Dindik Jatim akan Keluarkan SE Batasi Penggunaan HP

Rizki

Adhy Karyono Lantik Pj Bupati Pasuruan dan Pj Wali Kota Probolinggo

Rizki

DPD Golkar Jatim Gelar Program Percepatan Vaksinasi di UWP

neodemokrasi