
Sidoarjo. NEODEMOKRASI. COM. Moch Nizar SH, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Siidoarjo menngatakan bahwa koperasi memiliki peran besar dalam mendukung pengembangan UMKM di wilayah kabupaten Sidoarjo. Tidak hanya menjadi sumber modal, pemasaran, menyediakan sarana pelatihan, dan memperkuat jaringan serta kolaborasi antar pelaku UMKM.
“Koperasi juga berperan dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk UMKM menjadi semakin baik dan kompetitif di pasaran” jelas politisi Golkar ini.
UMKM yang saat ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.Selain berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) , juga potensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Seperti diiketahui, mengacu data BPS Provini Jawa Timur Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut Kabupaten/Kota (Persen) menunjukkan bahwa Kabupaten Sidoarjo ada di angka 6,49 persen, kisaran angka yang sama untuk kabupaten Malang di angka 6.10 dan Gresik di angka 6.45 persen. Padahal di 3 wilayah ini perkembangan industtri sangat pesat. Di mana pesatnya perkembangan inndustri yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Mengurangi jumlah pengangguran dan TPT, menjadi tantangan besar bagi setiap kabupaten Kota. Meski jumlahnya terus turun setiap tahunnya, tapi masalah pengangguran selalu menjadi tantangan besar bagi perekonomian daerah.
“Sektor UKM diharapkan bisa memikul beban pengangguran. Melalui UKM bisa meningkatkan kapasitas dan menciptakan lebih banyak peluang kerja.. Kita berupaya memaksimalkan perkembangan UKM di seluruh kecamatan yang ada di Kabuoaten Sidoarjo, sehingga aktiftas pergerakan ekonomi bisa dihidupkan bersama sama. Masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui UKM ” ujar anggota Komisi C dari Partai Golkar Mochammad Nizar SH.
Berbagai upaya terus dilakukan untuk menurunkan jumlah TPT di Sidoarjo. Selain upaya Pemkab Sidoarjo yang terus melakukan percepatan pembangunan infrastruktur agar memudahkan membuka akses ekonomi di daerah, juga mendorong pertumbuhan, dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Harapan kami sebagai anggota dewan. Saya minta agar proses perizinan UMKM di permudah sehingga masyarakat kecil bisa mengurus perizinan UKM dengan mudah dan juga optimalisasi fungsi koperasi untukebagai sumber modal dan menampung l produk UKM agar bisa dipasarkan” harapnya.
Kendala utama para pelaku UKM adalah acapkali terbentur persoalan modal. Modal sebagai faktor penting memulai usaha karena merupakan bahan bakar untuk mendukung bisnis berjalan dan berkembang. Dibutuhkan untuk biaya operasional, seperti membeli bahan baku, membayar gaji karyawan dan meningkatkan produksi. Melalui koperasi, pelaku UKM mendapat kemudahan untuk mendapatkan akses modal usaha. ( nora)
