
Surabaya.NEODEMOKRASI.COM. Momen Hari Raya Idul Adha atau sering disebut Hari Raya Kurban selama ini menjadi panen raya bagi para peternak hewan kurban, baik Sapi, Kambing maupun Domba. Di mana demand ketersediaam hewan Kurban, baik Sapi maupun Kambing sedang mencapai puncaknya. Meskipun Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan stok hewan kurban di Jatim surplus. Yakni, Sapi 108.136 ekor, kambing 296.672 ekor dan domba 120.265 ekor. Stok ini surplus mengingat kebutuhan hewan kurban tahun ini, diperkirakan 408.645 ekor. Rinciannta sapi potong 74.817 surplus 33.319 ekor. Kambing 276.987 ekor, surplus 19.685 ekor. Sementara Domba 48.351 ekor (surplus 71.914 ekor).
Nyatanya serangan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kaki) yang menyerang hewan kurban telah memicu kerugian fatal akibat tingginya hewan yang sakit bahkan mati. Serangan Foot dan mouth desease (FMD) menjelang Hari Raya Kurban yang seharusnya menjadi momentum untung berbalik buntung. Keprihatianan tinggi atas musibah yang meluluh lantakkan usaha para peternak hewan kurban ini, Fraksi Gerindra mengajukan 3 (tiga) solusi strategis yang dinilai mampu memberikan alternatif solutif jangka pendek. Pertama, bantuan subsidi dana usaha budi daya ikan tawar, subsidi jaminan pendidikan jenjang menengah ke atas maupun yang hendak lanjut kuliah. Ketiga, mengkampanyekan daging sapi tetap aman untuk dikonsumsi.
“Tidak ada yang bisa kita salahkan atas wabah virus PMK (foot , mouth desease ) ini. Tapi soal penanganan dan dampak ekonomi peternak yang terdampakn patut kita carikan solusinya. .Kita minta pemprof untuk menangani secara bjak. segera melakukan faksinasi massal. Untuk mencegah agar hewan tidak bergelimpangan dan mati sia sia . Dan setelah berkonsultasi dengan ahli kesehatan, pendidikan dan pakar usaha alternatif bagi peternak hewan. Fraksi Gerindra mengajukan solusi jangka pendek bagi peternak yang terdampak musibah ini. Yakni, subsidi usaha budi daya ikan tawar, lele, nila, patin dan sebagainya yang akan kita minta segera dianggarkan pada bahasan APBD 2022 ini . Komisi B yang akan memperjuangkan subsidi budi daya untuk menutupi kebutuhan para peternak yang mengalami rugi besar. Juga karena momen berbarenngan antara Idul Adha dan musim PPDB pendaftaran sekolah. Pemprof memberikan subsidi lebih untuk biaya penddikan perguruan tinggi anak anak peternak. Ketiga, kita bersama fraksi Gerindra kab/kota akan mengkampanyekan jangan takut mengkonsumsi daging Sapi” kata ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Muhammad Fawait, SE, M.Sc..

Mengingat pentingnya mensosialisasikan bahwa daging sapi tetap aman dikonsumsi, anggota komisi E, DPRD Jatim dari Fraksi Gerindra yang jug aberlatar belakang praktisi kesehatan, dr Benjamin Kristianto MARS, memberikan penjelasan lebih lanjut.
“ Foot and Mouth Disease (FMD) dengan Virus tipe A dari family Picornaviridae, genus Apthovirus memiliki masa inkubasi 2-14 hari (mulai tertular sampai timbul gejala penyakit). Kita berharap pemerintah menggerojok faksin PMK ke Jatim. Yang terdekteksi tertular dengan gejala mulut berliur, kakinya melepuh lepuh, segera dikarantina/isolasi 1 sampai 14 hari agar tidak merusak komunitas hewan lainnya. Gejala penularan sampai manusia hanya gejala ringan, panas sumer, penyakitnya ringan dan bisa sembuh sendiri. Untuk memastikan aman tidaknya daging sapi yang akan dikonsumsi. Pilih daging berwarna merah segar dan kenyal, hindari yang warnanya mulai agak coklat. Lalu dicuci bersih dan dan dimasak dengan kualitas kematangan well done (sangat matang) .” jelas dr Benjamin Kristianto MARS, Anggota Komisi E DPRD Jatim yang juga pemilik klinik Sheila Medika.

“ Masalah PMK bagaimanapun akan berimbas terhadap regenerasi para peternak, untuk itu atas nama fraksi Gerindra, kita harapkan Pemrpof mengalokasikan anggaran subsidi bagi anak anak peternak yang mau melanjutkan sekolah terutama jenjang SMA/SMK ke atas. Tentu ini khusus untuk peternak sapi terdaftar yang mengalami gagal panen. Agar Pemprof mempersiapkan dana darurat, karena momentum bersamaan dengan PPDB dan terkendala orangtua yang mengalami kesulitan keuangan untuk membiayai kelanjutan sekolah anak anaknya akibat gagal panen. “ usul Hadi Dediyansah S.Pd, M.Hum, anggota Komisi E(Kesejahteraan), DPRD Jatim .
Pada akhir pertemuan yang digelar di ruang fraksi Gerindra DPRD Jatim, , DR H M Noer Soetjipto S.P, SE, MM , wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim dan anggota komisi B DPRD Jatim menambahkan, betapapun parah ketepururukan yang dialami para peternak yang terdampak virus PMK, jangan sampai mematikan mata pencaharian dan masa depan anak anak mereka. Untuk itu, fraksi Gerindra bekerja saama dengan dinas Perikanan menawarkan usaha alternatif seperti budi daya Ikan Tawar yang bisa dipanen dalam kurun 2- 4 bulan. Pihaknya juga meminta pemerintah segera memberikan pendidikan bagaimana merawat kandang dan sapi yang sakit. Bakteri komposer, menghilangkan bau dan bakteri. Lalu lintas hewan via gerbang Kertasusila harus diawasi dengan ketat. Harus ada surat keterangan sehat untuk hewan yang mau masuk ke wilayah Jawa Timur. Pencegahan Biosekuriti, Desinfeksi asset dan semua material yang terinfeksi.(nora)
