Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal Umum

Tiga Pemuda Kartar Boto Putih yang Tenggelam Ditemukan Tewas

Pemakaman pemuda Kartar Simolawang yang tenggelam di Pantai Modangan, Malang Selatan.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Tiga pemuda Karang Taruna (Kartar) RW 08, Kelurahan Simolawang, Simokerto, Surabaya, yang tewas terseret arus laut di Pantai Modangan, Kabupaten Malang, Minggu (12/10), pukul 08.30 WIB, akhirnya berhasil ditemukan.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu pagi. Sebanyak 26 rombongan kartar asal Surabaya ini melakukan wisata ke Pantai Modangan untuk pembubaran panitia HUT RI ke-80.

Selama di tepi Pantai Modangan 4 pemuda kartar memberanikan diri masuk ke ombak pantai meski adanya peringatan gelombang air laut tak bersahabat. Empat  pemuda tersebut akhirnya terseret arus.

Dari 4 pemuda yang terseret, satu orang diketahui bernama Muhammad Zulfikar Maulana (23) warga Jalan Boto Putih Butulan. Dia berhasil ditemukan oleh nelayan sekitar dalam keadaan hidup.

Sedangkan Rinaldy Hidayat (23) warga Jalan Botoh Putih I, pada hari itu juga ditemukan, namun sudah kondisi meninggal dunia. Sedangkan 2 orang lainnya dinyatakan hilang, yaitu  Rafi Naoufal (26) dan Muhammad Mahin (18), keduanya  warga Jalan Boto Putih II.

Pada hari berikutnya, Senin (13/10) korban bernama Rafi Naoufal ditemukan dalam kondisi meninggal. Sisa satu korban lagi, yaitu Muhammad Mahin berhasil ditemukan pada Selasa (14/10).

Ketiga jenazah setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit Malang, kini telah dipulangkan ke Jalan Boto Putih, Simokerto, Surabaya. Mereka langsung dikebumikan di makam Boto Putih.

Pemakaman terakhir dilakukan terhadap korban  Muhammad Mahin. Tangis haru mengiringi perjalanan korban dikebumikan. Pemuda yang masih duduk di bangku SMA kelas 12 ini merupakan anak tunggal. Hal itu dilontarkan oleh Fitrah Rahmawati, kader PKK RW 08 yang juga salah satu tetangga korban.

“Korban yang ditemukan terakhir adalah tumpuan orang tua. Mahin adalah anak tunggal dan diharapkan nantinya menjadi tulang punggung keluarga, karena sang ayah Mahim sedang sakit. Nah, sekarang malah takdirnya harus meninggalkan orang tuanya dahulu,”  ujar Fitrah Rahmawati, Selasa (14/10).

Fitrah Rahmawati juga menceritakan tentang kondisi salah satu pemuda kartar yang berhasil selamat. Muhammad Zulfikar Maulana adalah ketua rombongan Kartar RW 08 Simolawang. Dia selamat meski kondisi kesehatannya kian menurun.

“Ketuanya Zulfikar sudah dikirim ke RSU Soewandi sejak kemarin. Kini menjalani perwatan. Namun kondisi terbaru mengalami susah napas dan sesak. Infonya paru-parunya kemasukan air dan pasir laut,” tambah Fitrah Rahmawati.

Rekreasi bersama para kartar bukan kali ini diadakan. Sejak 10 tahun lalu, saat  Fitrah Rahmawati masih menjadi anggota kartar, belum pernah ada peristiwa hingga menewaskan anggota kartar.(dan)

 

 

Related posts

Initial Coffee Roaster Bawa Kopi Lokal lewat Tokopedia

Rizki

Jatim dan Cina Dorong Penguatan Investasi

Rizki

Pasar Murah Tetap Diserbu Warga Sawotratap Sidoarjo

Rizki