Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Persoalan SPHP Langka , Bukan Pada Stok, Tapi Distribusi Beras , Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang Belum Optimal

Kadis Pertanian dan Ketahana Pangan Jatim  Dr. Ir. Heru Suseno, MM

Surabaya. NEODEMOKRASI. COM. Terjadinya kelangkaan stok beras SPHP di Jawa Timur belakangan ini  menimbulkan kebingungan maasyarakat. Beras yang biasanya bisa diakses di kecamatan dan polres berbagai desa di Jawa Timur sudah mulai meresahkan masyarakat.  Berapa tidak, SPHP yang tersedia dengan harga terjangkau, mampu meringankan masyarakat  yang  selama berbulan bulan dipaksa harus beli beras dengan  harga premium, kisaran 15-17 ribu perkilo.

Namun isu kelangkaan ini ditepis kepala Dinas Pertanian dan Ketahana Pangan Jatim  Dr. Ir. Heru Suseno, MM

“Stok beras SPHP melimpah tapi pendistribusiannya kurang,. Tapi kondisi sekarang sudah beda  Jadi langsung bisa diakses di pasar, karena di situ ada retail yang memang dditugasi, yang dikerjasamakan oleh bulog.. Kalau tidak salah ada 7 saluran. Yang pertama bisa ke TPID, tim pengendalian inflasi daerah. Berarti dia punya pasar, punya kios dan sebagainya itu. Kemudian ada yang di retail. Bisa retail modern, bisa di pasar radisional, atau pasar-pasar konvensional’ katanya.

Sebelumnya, pimpinan Perum Bulog  Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan 4.863 ton beras SPHP melalui 962 titik. Rinciannya antara lain 654 titik di kantor kecamatan dengan 3.639 ton, 16 titik Polri dengan 42 ton, 129 titik TNI dengan 630 ton, delapan titik PTPN dengan 4,9 ton, enam titik PT Pos dengan 12 ton, dan 149 titik lain dengan 534 ton.

Jika kemudian di beberapa wilayah tak ditemukan beras SPHP, ada faktor lain yang mempengaruhi. Apalagi beberapa kali disampaikannya bahwa stok beras Bulog sebenarnya aman. Hanya saja, distribusi yang tersendat membuat harga medium melambung, bahkan di Sidoarjo, harganya sempat tembus Rp14.000 per kilogram.

“Kalau untuk medium sebetulnya Rp12.500, untuk premium Rp14.900. Jadi itu patokannya. Tapi kalau untuk tadi stok itu di Sidoarjo itu aman sih stok itu cuma yang mediumnya itu loh yang kurang,” ungkapnya.
Alhasil, karena SPHP belum lancar, banyak pedagang dan masyarakat akhirnya beralih ke beras premium yang harganya lebih mahal.

Lebih lanjut, ia merinci capaian distribusi di sejumlah cabang Bulog. Dari 13 kantor cabang di seluruh wilayah Jatim,  mencontohkan di cabang Surabaya penyaluran masih 5,33 persen, dan cabang Mojokerto 2,84 persen.

Heru menambahkan bahwa  ketersediaan beras SPHP cukup aman  mengingat data  terkait penyalurannya ckup aman dan terkendali.

“Total secara rata-rata Jawa Timur, penyalurannya baru 8,211.836 kg atau 4,73 persen dari 173.000 ton. Ini kan sangat rendah, padahal beras SPHP ini kan sangat dibutuhkan untuk masyarakat yang jualan dan lain sebagainya,”Persoalan utama yang dihadapi masyarakat bukan soal ketersediaan stok, melainkan distribusi beras SPHP yang belum optimal. Dan betas itu bisa diakses dengan harga maksimal perkilonya, Rp 12.500/ berkilo, tidak boleh lebih.  Lebih gampang diperoleh   distributor yng bekerja sama dengan bulog atau yang ngambil dari gudang Bulog.  Asal harga jual sesuai ketentuan yang berlaku” terang  Heru.

Sementara data Disperindag  Provinsi Jawa Timur menyatakan persoalan utama bukan pada stok, melainkan distribusi beras  Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang belum optimal.

Stok beras di Bulog memang sangat-sangat aman. Tapi realisasi penyaluran penyaluran beras SPHP baru mencapai 4,73 persen dari 173.000 ton yang diberikan untuk Jatim. Sehingga, hal itu memicu kenaikan harga di pasaran.

“Stoknya sudah merata  dan tersedia sejak Juli dan sampai Desember  dalam jumlah cukup  sejumlah 173 ribu ton sampai sekarang ini harapannya bisa diakses  masyarakat dengan mudah . Stok  SPHP.  Jawa Timur dari Juli sampai Desember yang mencapai 173.000  ton, saya rasa cukup untuk kebutuhan masyarakat Jawa Timur. Harapannya ketersediaan beras SPHP ini bisa menjadi  stabilisasi . Bisa masif di pasaran memastikan  ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap aman hingga akhir tahun 2025. Mencukupi kebutuhan masyarakat Jatim secara merata,” ujar  Heru. (nora)

Related posts

Gus Fawait Upayakan Jalin Kerjasama dengan Perum Perhutani Agar Petani Bisa Garap Lahan

neodemokrasi

16 Kabupaten/Kota di Jatim Kepala Daerahnya Dijabat Plh

Gelar Multaqo Ulama Se-Jatim, Gus Miftah: Chemistry Khofifah dengan Presiden Prabowo Akan Lancarkan Pembangunan Jatim Ke Depan

neodemokrasi