Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Sejoli Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Polisi melakukan olah TKP di kamar kos korban.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pasangan kekasih, seorang perempuan Nurul Aisyah (29) warga Lamongan dan Hakim (27) warga Madura, ditemukan meninggal dunia dalam kamar kos di lantai 2 Jalan Sidosermo Indah XII No.35, Surabaya Kamis, (10/4) pukul 11.30 WIB.

Kedua kekasih telah menjalin hubungan asmara selama 1 tahun. Nurul merupakan perawat di sebuah rumah sakit di Surabaya. Sedangkan Hakim adalah seorang mahasiswa S2 jurusan hukum. Jasad mereka berdua ditemukan di dalam kamar kos yang terkunci dari dalam. Sedangkan posisi kedua jenazah bersandar di pintu.

Awal penemuan jasad keduanya bermula saat kerabatnya datang menjenguk hari itu. Dari temuan jenazah kekasih itu, Polsek Wonocolo menuju tempat kejadian setelah mendapat laporan dari pihak keamanan perumahan. Setelah melakukan olah TKP, jasad keduanya dibawa ke RS Bhayangkara, Polda Jawa Timur.

“Tadi pukul 11.30 WIB kami menerima laporan dari masyarakat di Kelurahan Sidosermo bahwa ada orang meninggal dunia dalam rumah (kos),” terang Kapolsek Wonocolo Kompol Haryoko Widhi, Kamis (10/4).

Petugas kepolisian dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya melangsungkan proses olah TKP dan melakukan penyelidikan di lokasi kamar kos tersebut. Haryoko bilang, update lebih lanjut akan disampaikan polisi serta menunggu hasil autopsi rumah sakit.

“Kamar kondisinya terkunci dari dalam. Saat ini jenazah sudah kami kirim ke RS Bhayangkara untuk proses otopsi. Kami masih penyelidikan lebih lanjut,” ucap Haryoko.

Sementara itu saksi mata, Apriliani, saudara dari  jenazah perempuan mengatakan, dia menemukan kedua korban sudah dalam keadaan meninggal. Kondisi tubuh jenazah mengganjal pintu, terkunci dari dalam.

“Saya dateng ngecek karena Nurul dihubungi tidak bisa. Saya datang ke kamar kos terkunci. Sempat hubungi ibu kos tapi masih ada di luar kota. Akhirnya saya panggil pembuat ahli kunci. Waktu dibuka, keduanya ada bersebelahan mengganjal pintu. Lalu, saya menghubungi mobil ambulan,” jelas April.

April juga menjelaskan bahwa, keduanya ini adalah pasangan kekasih (pacar) yang telah menjalin hubungan asmara kurang lebih selama 1 tahun, sejak 2024.

Saksi juga menyebut, ada jarum suntik dan beberapa ampul cairan di dekat tubuh korban.  “Yang saya tahu cuma ada suntikan di sampingnya. Tergeletak gitu. Ada jarumnya, cairannya ada beberapa ampul satu atau dua. Tapi saya gak tahu itu obatnya apa,” ujar Apriliani.

Apriliani tidak dapat memastikan apakah korban memiliki sakit hingga ditemukan tewas di kamar kos bersama kekasihnya. Menurutnya, korban kerap memberikan pengobatan pada tubuhnya sendiri ketika sakit. “Gak tahu (sakit atau tidak). Soalnya dia perawat terus jadwal kerjanya padat. Jadi kalau misal sakit, infus sendiri, suntik obat sendiri. Saya jarang nengokin juga karena sama-sama sibuk,” bebernya.

Kamar kos yang selama ini dihuni korban perempuan, saat ini dipasang garis polisi. Sejumlah petugas juga masih melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi dan mengamankan beberapa barang bukti.(dan)

Related posts

Bupati dan Wabup Mojokerto Adakan Tarawih Perdana

Rizki

Mau Bakar Ruang Kepala Desa, Keliru Kelas TK

neodemokrasi

Semen Tonasa dan PLN Kolaborasi Pemanfaatan Listrik

Rizki