Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Pasangan Lesbian Curi Motor Milik Pelanggan Warkop

Kanit Reskrim Polsek Tambaksari menunjukkan pelaku curanmor pasangan lesbian.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pasangan lesbian (sesama perempuan) bersama dua pemuda kompak menipu  dan mencuri motor Honda PCX milik Sahroni, warga Jalan Dupak Margersari, Jumat (15/8).

Pasangan lesbian tersebut berhasil ditangkap oleh Polsek Tambaksari. Mereka beridentitas Eka Mutiara (22) warga Jalan Tanah Merah Utara dan Suwaibatul alias Imah (28) warga Jalan Jatipurwo VI. Sedangkan satu pelaku lagi bernama Armada warga Jalan Teluk Dumai, juga ditangkap. Sedangkan satu pelaku lainnya bernama Fery masih DPO.

Kronologis aksi penipuan dan pencurian bermula perkenalan antara korban Sahroni dengan pelaku Suwaibatul alias Imah di Kya-Kya Jalan Kembang Jepun, yang merupakan warung kopi lesehan tempat pelaku.

Dalam perkenalan, pelaku Imah dan Eka Mutiara mencuri kunci kontak motor keyless korban. Korban tidak menyadari bahwa yang mencuri adalah pemilik warkop lesehan adalah pasangan lesbian.

Setelah hilangnya kuncinya, Imah lebih mendekatkan diri ke korban dengan cara inggin bertemu karena kangen. Dengan kedekatan keduanya, membuat Eka Mutiara yang berperawakan tomboi cemburu kepada Imah.

Karena cemburu, Eka Mutiara menyuruh Imah untuk membuat janji bertemu lagi dengan korban. Janjian bertemu bertujuan mencuri motor korban. Akhirnya mereka bertemu di Mie Gacoan Jalan Kenjeran pada 15 Agustus 2025.

Di saat pertemuan itulah peran masing masing pelaku dilakukan. Untuk Imah berperan mengalihkan pengawasan korban Sahroni. Saat korban terlena, kemudian Eka Mutiara memberikan kunci motor kontak korban kepada Armada dan Fery yang berada di tempat duduk berpencar.

Dengan bermodal kunci keyless asli Honda PCX milik korban, sehingga Armada dan Fery dengan mulus melakukan pencurian motor.  Motor berhasil dibawa kabur hingga ke sekitaran Kenpark Kenjeran untuk bertransaksi dengan pembeli alias bandar.

Korban Sahroni tersadar 30 menit kemudian bahwa kunci kontak motornya telah raib. “Pelaku Imah berpamitan pulang tapi terburu-buru. Saya curiga setelah kunci kontak motor tidak ada dan motor tidak ada di parkiran. Sehingga saya meminta bantuan orang untuk menahan Imah agar tidak pulang dulu,” cerita Sahroni.

Pelaku Imah berpamitan pulang dan rencana akan diantar oleh pelaku Eka Mutiara yang berperawakan tomboi. Kecurigaan korban bertambah setelah pelaku Eka Mutiara marah terhadap korban karena telah mengajak kencan pacarnya, Imah.

Korban Sahroni dibantu warga setempat akhirnya menggelandang kedua pelaku ke Polsek Tambaksari.  Reskrim Polsek Tambaksari melakukan pemeriksaan dan akhirnya kedua pasangan ini mengaku bahwa mereka yang mencuri kunci kontak motor korban.

“Dua wanita itu ternyata pasangan lesbian dan bekerja sama mencuri kunci kontak motor saya. Ternyata ada pelaku lain yang bekerja sama mencuri motor saya. Pengakuannya, keduanya yang memcuri motor adalah dua pria yang juga temannya atau segerombolan,” tambah Sahroni.

Dari pengakuan dua pelaku wanita, lantas pihak Polsek Tambaksari melakukan pengejaran ke rumah pelaku bernama Armada yang berada di Jalan Teluk Dumai. Tidak lama pelaku Armada berhasil ditangkap di rumahnya. Sedangkan pelaku lain bernama Fery belum bisa ditangkap karena posisi berada di Madura.

Kanit Reskrim Polsek Tambaksari AKP Sukram mengatakan, hasil penyelidikan dikuatkan bahwa kedua pelaku pasangan lesbian dibantu oleh dua pelaku pria adalah kelompok curanmor dengan modus mencuri kunci kontak. “Sementara 3 pelaku yang berhasil kami tangkap dan satu pelaku berperan sebagai penjual motor masih buron,” ujarnya singkat.(dan)

Related posts

Gudang Sol Sepatu di Sidoarjo Ludes Terbakar

Rizki

Gubernur Jatim Tengok Pengungsi di Pidie Jaya

Rizki

Diparkir di Jalan Irian Barat, Truk Diesel Amblas Dicuri

Rizki