
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Tidak jaminan seseorang tidak akan menjadi korban aksi pencurian kendaraan bermotor meski kampung tempat tinggalnya memunyai pintu portal dan ramai pendatang. Hal itu seperti yang terjadi kepada karyawan jasa pelayaran Henvita Wijaya (23) warga asal Pesantren Kota, Kediri. Dia tinggal di Jalan Ngemplak I, samping soto Cak To.
Henvita Wijaya kehilangan motor Honda Beat warna putih nopol AG 5844 AAO. Motor miliknya yang diparkir di depan tempat tinggal kos Jalan Ngempal I No.34, diketahui raib pada Minggu (17/8) sekitar pukul 19.30 WIB.
“Seperti biasa motor saya parkir depan rumah kos. Pada hari Sabtu (16/8) saya pulang ke Kediri, kembali ke Surabaya pada hari Minggu besoknya. Sore hari saya lihat motor masih ada. Dan saya diberi tahu teman sesama kos sekitar pukul 22.00 WIB bahwa motor saya telah raib,” cerita Henvita Wijaya, Senin (18/8).
Mengetahui moto nya telah raib, kemudian Henvita Wijaya melapor ke ibu kos. Kemudian korban coba melihat CCTV milik Soto Cak To yang berada di samping kos-kosan.
“Saya lihat CCTV dan pada pukul 19.30 WIB pelaku pencurian mengunakan topi ditutupi baju sweter warna krem dan bertopi, menuntun motor saya keluar gang kampung. Dan ternyata ada temanya pelaku yang menunggu di depan pagar portal kampung dengan ciri-ciri baju sweter hitam,” tambah Henvita Wijaya.
Dari rekaman kedua CCTV sisi kampung dalam dan sisi jalan raya, diketahui ciri ciri pelaku untuk pemetik motor korban berperawakan sedang tinggi 167 cm. Sedangkan joki sarana berciri kurus agak pendek dan mengunakan motor Honda Beat hitam nopol W 2704 XN.
Dari peristiwa tersebut, korban Henvita Wijaya melaporkan ke Polsek Genteng, Senin (18/8) siang. Henvita Wijaya mengharapkan motor satu-satunya yang digondol maling bisa kembali, karena itu merupakan sarana untuk bekerja.
“Saya merantau di Surabaya selama 2 tahun. Motor itu satu-satunya harta saya. Sedangkan motor sudah lunas dari angsuran sehingga tidak bisa saya klaim asuransi kehilangan,” harapnya.
Sedangkan dari keterangan YN, selaku PKL yang berada di depan pintu pagar kampung Ngempal Imemberikan keterangan. “Memang pagar kampung tutup jam 22.00 WIB namun tidak ada menjaga. Sedangkan kalau siang dan sore parkiran motor pembeli Soto Cak To meluber sampai ke depan rumah kos No.34 sehingga tidak ada perbedaan antara motor anak kos dengan pembeli,” ujarnya.(dan)
