
.
Surabaya. NEODEMOKRASI. COM. Rencana Presiden Prarbowo untuk menaikkan gaji guru PNS dan non-PNS skemaya itu yang benar itu seperti apa sebenarnya sekarang ini yang diributkan Guru-guru kan menyatakan bahwa selama ini sudah ada sertifikasi yang dikeluarkan tiap 3 bulan sekali yang nilainya per bulan 2 juta. Jadi tiap 3 bulan terimanya 6 juta. Keterangan Prabowo bahwa nanti kenaikan senilai 2 juta juga. Terhitung yang sertifikasi ataukah kenaikan yang lain lagi?
“Jadi pertama kenaikan guru itu diperuntukkan untuk ASN. P3K dan GTT . Yang ASN yang dinaikkan adalah gaji pokok, gaji pokoknya 500. Clear ya yang ASN Kemudian P3K juga sama, P3K . Nah sekarang yang non-ASN dinaikkan itu tunjangan profesi. . Makanya kalau tunjangan profesi dia sudah menerima 2 juta, ya enggak naik. Yang pilih Yang belum, yang belum kan banyak. Dari 800 ribu sekian guru yang belum sertifikasi itu, itu yang dinaikkan 2 juta. Artinya yang menerima Rp2 juta. ” ujar Rasiyo, Anggota Konisi E DPRD Provinsi Jatim dari fraksi Demokrat.
Untuk memenuhi tingkat profesionalisme kinerja guru artinya mereka yang misalkan masih jenjang D3 dan terus melanjutkan untuk konversi S1 apakah nanti akan difasilitasi negara atau bagaimana ? O
“Ya mudah-mudahan begitu, karena ini kan juga bentuk peningkatan kesejahteraan. Saya sendiri juga belum paham apa yang dimaksud Pak Presiden. Pak Presiden kan baca tapi konsepnya kan dari Menteri Keuangan. Beliau belum. Mencermati secara serius” tambah politisi Demokrat ini.
Padahal guru-guru yang sertifikasi itu sudah naik, sudah diberi gaji. Sudah diberi gaji Yang diterima 3 bulan sekali Iya, 2 juta itu. Dugaan saya naik, artinya diprioritaskan untuk guru-guru yang belum sertifikasi itu akan dilihat.
Rasiyo juga menambahian bahwa kenaikan sejumlah Rp2 juta plus gaji pokok, mungkin Rp4 juta menerimanya, sama dengan pegawai negeri. Sudah cukup mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga guru.
Tunjangan makanan bergizi gratis yang sekarang diputuskan dengan nilai @ 10 ribu yang biayanya akn dikaver APBN meskipun pemprof Jatim audah menganggarkan sebesar Rp 800 Milyar.
Mudah-mudahan janji Pak Prabowo yang didanai oleh APBN itu APBN, jangan mengganggu APBD I. Karena A BPD kan juga kalau kurang 800 Milyar itu kan cukup besar dan mengurangi biaya biaya lain sebagainya. Makanya itu kebijakan ini kan harus disikapi dengan dengan hati-hati.
Menurutnya, presiden baca tek itu kan juga tidak mencermati. secara detil. Kenaikan seperti apa? Apa untuk yang sudah punya sertifikasi atau yang belum, pihaknya juga belum tahu persis. Namun pohaknya berharap, mudah-mudahan yang belum sertifikasi ini dipermudah untuk mendapatkan sertifikasi dan mendapatkan tunjangan.
Mendapatkan sertifikasi, dan mendapatkan tunjangan Rp2 juta . Kalau yang sekolah negeri digaji dengan buah Buddhas. Gajinnya dari yayasam tetap ditambah sertifikasinya Rp2 juta, karena sudah besar, sampai Rp3 juta lebih. Rp2 juta itu untuk jenjang sama, misalkan SD, SMP? Iya sama sertifikasi Iya, sama.
Sertifikasi kan golongan Kalau dia golongannya terima kasih Kalau PT non-ASN itu kan sama. Sertifikasi dia S1 ya sekian, D4 sekian. Yang lainnya, jadi ada grade-nya itu sama. Sekarang kan diarahkan, diusahakan untuk S1 semua, nah ini banyak yang D3, D2, Dn itu kan belum. Iya, itu mudah-mudahan juga dibantu oleh pemerintah, mudah-mudahan. Artinya yang belum sertifikat, belum S1, disatukan, dibiayai oleh pemerintah, mungkin itu juga terjadi.
Bantuan biaya sekolahlagi seperti apa? Karena perguruan tinggi masing-masing kan beda. Iya, iya, otomatis bantuan. Bantuan itu misalkan grade S1 dibantu sekian. Seandainya kalau beda-beda, sulit. Maksudnya S1 swasta, S1 negeri, itu kan nilai semesternya beda-beda. Bidang-bidang Ya, artinya harus S1 di mana pun lembaganya. 100 persen ya Pak? Iya, kemudian bantuannya itu juga bantuan, dalam hal ini kan enggak bisa pemerintah bantu sekolah ini.
Kalai untuk sekolah, bantuan khusus untuk kelihatan satu misalkan. Rp 500 ribu atau Rp 1 juta per bulan. Itu akan lebih adil. Tapi kalau memperhatikan lembaganya, sulit. Skemanya 1 bantuan pendidikan , terserah pengambilan perguruan tinggi yang akan diambil. Universita negeri atau swasta juga banyak.
Apakah kenaikan gaji ini akan mampu meningkatkan tingkat kesejahteraan guru . Meningkatkan taraf hidup guru menjadi ideal.
l”Kalau sekarang ini kan sudah lebih baik . Sudah cukup untuk menunjang kesejahteraan guru lebih baik dari sebelumnya. Kalau sertifikasi Rp2 juta, sedangkan yayasan itu rata-rata kan minimum Rp1,5 sampai Rp2 juta, kan total bisa Rp4 juta. Sudah besar itu . ” pungkasnya.
Karena HR dari yayasan itu tidak dihapus, jadinya yayasan tetap, sertifikasi tetap, nerimanya ketiga bulan sekali. Makanya sekarang guru-guru banyak yang punya sepeda motor banyak mobil .
Jadi menurut beliau angka ini sudah ideal untuk menutup kebutuhan keluarga mereka, termasuk guru dengan tiga anak, dengan lima anak. Ini ya sudah sangat ideal.
Saya kira guru tidak hanya gaji saja. Kalau guru-guru di daerah biasanya beli tanah, beli sawah, investasi, punya tabungan. sama diketahui Diberikan sawah, sawah digarap, sawah untuk makan, untuk kesehariannya itu dari gaji itu cukup.
Saya dulu terima gaji guru 5 ribu, bukan 5 juta, 5 ribu. Tapi jenakannya asli, itu oke. GTT kan gak bisa Tidak, guru itu makmur. GTT kan sama GTT sampai Rp 5000 x 3 bulan sekali, Rpp 15.000, dan bisa cukup untuk membiayai keluarga. Karena saya rajin mencari tambahan dengan menjadi guru les dan lain sebagainya. Karena kita rajin berkreatifitas untuk mencari tambahan. ‘ tutupnya.
