Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Dukung Ketahanan Pangan, Ajak Warga Desa Manfaatkan Pekarangan Kosong

Reses, H  Erjik Bintoro SH MH,  di Aula  Hasyim Asyari di Sidorawuh RT 2 RW 1, Dusun Sidorawuh, Kayen Kidul, Kedir

Kediri.NEODEMOKRASI.COM. Reses kedua yang digelar politisi PKB  yang juga  anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim, H  Erjik Bintoro SH MH, digelar  di Aula  Hasyim Asyari yang berlokasi di jalan Sidorawuh RT 2 RW 1, Dusun Sidorawuh, Kayen Kidul, Kediri. Dihadiri sekitar 150  warga yang berlatar belakang petani, pelaku UMKM,  pedagang, guru, tokoh masyarakat dan tokoh agama dari wilayah Sidorawuh dan sekitarnya.
Didampingi  Ibu Mutiah selalu Dewan pembina Yayasan Hasyim Asy’ari. Juga  Muhsin ketua yayasan pendidikan Hasyim Asyari yang juga merangkap  ketua ranting NU Sidorawuh . Dan kepala dusun  Sidorawuh Bambang Agus Pranoto mengisi sepanjang acara reses yang berlangsung sekitar 30 menit.

“Godong salam godong cengkeh, yang jawab salam, rejekine akeh” adalah pantun untuk membuka  awal sambutan  mantan anggota DPRD Jatim yang sebelumnya sempat menjabat sebagai anggota  DPRD Kabupaten Kediri dari PDIP selama tiga  periode  ini.

” Kita harus bersyukur tinggal dan hidup di Indonesia negara yang aman, beragama  dan gemah ripah loh jinawi. Kita jaga dan kita uri uri. Kalau kita bandingkan hidup di negara atheis seperti China, Jepang atau wilayah negara negara Eropa, rata rata masyarakatnya  hidup dengan tatapan kosong, melakukan kegiatan sama setiap harinya seperti hidup tanpa tujuan” kata politisi  PKB ini.

Pihaknya juga mengajak  masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam upaya meningkatkan perekonomian keluarga.  Salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan kosong untuk ditanami tanaman-tanaman produktif.  Selain memperkuat ketahanan pangan. Modalnya  cukup air dan sabar. Sabar menunggu tanaman berbuah. Jadi minimal itu bisa membantu ekonomi yang sedang sulit ini. Bisa berbentuk jadi mulai tanaman-tanaman toga seperti lombok, tomat , jenis aneka bumbu dapur seperti kunyit, serai, lengkuas  dan masih banyak lagi.

Bagi warga yang punya lahan yang lebih luas lagi bisa tanami kelapa atau tanaman-tanaman lain. Yang memiliki pekarangan kecil  bisa mulai program pembibitan saja  atau  dengan polybag. Modal air itu sudah juga bisa membantu ekonomi.

“Jadi kadang orang bingung harus kerja apa, harus makan apa, padahal sebenarnya masih banyak peluang di sekitar kita, apalagi di Kediri. Ini kan termasuk pedesaan. Selain tanahnya subur, hawa dan cuaca mendukung tanaman bisa tumbuh subur di sini. Dan jangan lupa bahwa tanaman apapun laku” ujar pria yang pernah ikut konstelasi Bupati Kediri pada 2009 lalu.

Lebih jauh disampaikannya bahwa menanam di kebun sekitar dengan tanaman produktif tidak hanya memperkuat  ketahanan pangan  namun juga menyediakan sayuran, buah, dan rempah secara mandiri  untuk mencukupi kebutuhan gizi anggota keluarga. Di samping upaya untuk menghemat   dan menekan  pengeluaran untuk biaya membeli kebutuhan dapur .

Dan apabila tanaman subur dan menghasilkan panen lebih  hasiilnya bisa dijual untuk menambah penghasilan.  Manfaat utama lainnya  juga meningkatkan  konsumsi hasil segar, organik, dan  bebas pestisida  dan mengurangi polusi. Lingkungan yang hijau juga  menambah oksigen .

Pilihan tanaman bisa sayuran jenis kangkung, bayam, sawi, cabai, tomat, terong.   Dan buah-buahan: mangga, jambu, pisang, pepaya dan jeruk.  Sementara  tanaman obat (TOGA): jahe, kunyit, kencur, temulawak. 4. Rempah dan bumbu dapur: serai, lengkuas, ataupun tanaman hias seperti  bunga mawar, melati, dan anggrek.

” Saat ini kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik baik saja. Di samping perang. Tantangan global juga semakin berat. Kita sudah berhasil lolos dari Covid 19, Insya Allah kita dapat lalui kondisi sulit ekonomi ini dengan baik”ujarnya mantan Ketua DPD PDIP Kabupaten Kediri ini yakin.

Dalam sambutan 15 menitnya anggota yang berangkat dari dapil Jatim VIII meliputi, kota dan kabupaten Kediri  akhirnya menutup reses dengan menawarkan warga  untuk membahas usulan yang akan diajukan dan menyampaikannya  kepada koordinator reses. .

“Saya sudah beberapa bulan ini mengajak memanfaatkan pekarangan kosong, karena melihat kondisi meramal ekonomi  ke depan yang kian tak meentu.  Tapi saya yakin masyarakat bisa karena kita sudah pernah menghadapii COVID-19, mereka akan juga bisa bertahan. Berhasil tidaknya ya tinggal kemauan niat masing masing.  Ada peluang nanam, tapi kalau gak ada niat kan gak nanam orang Sudah nyenyakan

Program sosialisasi menanam diawali dengan mengajak tema teman deka yang sudah sukses dengan program tanamannya. Kemudian menggelaR workshop . Sekarang pemanfaatan lahan pekarangan kosong di sekitar rumah. untuk kegiatan lebih produktif. .

“Saya mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan kosong untuk ditanami tanaman-tanaman produk ini. Jadi minimal itu bisa membantu ekonomi yang sedang sulit ini. Bisa berbentuk  mulai tanaman-tanaman toga dan kayak lombok, tomat itu kan masih bisa.  Kalau ada pekaranan yang lebih luas lagi bisa tanami kelapa atau tanaman-tanaman lain  Jadi sekarang ini pembibitan saja dengan karangan kecil membuat lahan pembibitan dengan polybags aja, modal air itu sudah juga bisa membantu ekonomi. Jadi kadang orang harus kerja apa, harus makan apa, sebenarnya masih banyak peluang di sekitar kita, apalagi di Kediri.. Ini kan termasuk pedesaan. . Saya yakin setiap orang itu punya pekarangan yang kosong, kalau di perkotaan kan memang sulit. Keterbatasan lahan keterbatasan lahan” papar Erjik.(nora)

Related posts

DPW Nasdem Jatim Rayakan Rangkaian HUT RI Ke 77 dengan Aksi Kenduri

neodemokrasi

Misi Dagang UMKM Binaan Bank Jatim Catatkan Trasaksi Rp 192 Miliar

neodemokrasi

Soal WFH, Pemklot Surabaya Masih Tunggu Arahan Presiden

Rizki