
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Seorang perempuan diketahui bernama Lina Eliana (34) warga KTP Pleret, Bantul, Jawa Tengah, gagal melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Suromadu sisi jalur Madura Surabaya, Rabu (23/7), pukul 15.00 WIB.
Gagalnya bunuh diri disebabkan ada pengguna jalan yang melintas dan menyelamatkannya. Sang wanita ini mencoba memanjat pagar Jembatan Suromadu dan akan meloncat ke laut.
Penyelamatan kepada wanita terseeut dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Kenjeran Iptu Radix Panungkas. “Benar Polsek Kenjeran dengan Kecamatan Kenjeran telah menggagalkan seorang wanita yang mencoba bunuh diri. Sekarang wanita itu diamankan ke Kecamatan Kenjeran dan telah didata,” ujarnya, Rabu (23/7).
Sementara,Kasi Trantib Kecamatan Kenjeran Heru Baskara memberikan keterangan bahwa peremouan itu telah diamankan dan diberikan tempat yang rileks. “Kita memberikan beberapa pertanyaan kenapa dia nekat akan bunuh diri,” ujarnya.
Lina Eliana adalah ibu beranak satu, hasil pernikahan siri dengan seorang pria bernama Irul, warga Desa Kuwanyar, Bangkalan, Madura. Keduanya telah menikah selama 4 tahun dan tinggal di rumah Irul. Sedangkan anak putrinya dirawat oleh orang tua Lina Elenia di Bantul, Jawa Tengah.
Selama berumah tangga, Irul memperlakukan istri sirinya layaknya pembantu rumah tangga. “Jadi pengakuan korban yang akan bunuh diri itu bahwa suaminya tidak pernah menggangap dirinya seorang istri dan selaku bersikap dingin,” tambah Heru Baskara.
Berjalanya waktu, pada Minggu (21/7), Irul mengajak Lina Elenia untuk berkunjung di teman perempuannya di daerah Desa Tanian, Bangkalan. Sesampainya di sana, ternyata Irul berkeinginan agar Lina Elenia tinggal selama 2 hari.
“sebenarnya Lina Elenia tidak mau ditinggal di rumah teman suami sirinya, tapi dipaksa. Setelah dipaksa akhirnya menurut. Namun setelah 2 hari tidak kunjung dijemput oleh Irul. Kemudian Lina Elenia menelpon, dan Irul menjawab bahwa dia ingin meninggalkan Lina Elenia,” tambahnya.
Setelah korban diselamatkan pihak Kecamatan Kenjeran mengharapkan perempuan ini kembali pulang ke Bantul, Jawa Tengah, tempat ibu dan anaknya tinggal. Namun Lina Elenia tidak berkenan pulang ke Bantul.Dia ingin diantar ke rumah sang suami di Desa Kwanyar, Bangkalan.
“Korban ini bersikukuh untuk diantarkan kembali ke rumah sang suami. Korban bilang bahwa tanpa suaminya dia tidak bisa hidup. Pada pukul 16.00 WIB kami mengantar korban mengunakan ojek online,” tutup Heru Baskara.(dan)
