
Surabaya. NEODEMOKRASI. COM. Namanya Sri Wahyuni, S.Kep ibu muda kelahiran 15 Agustus 1979, di desa Sambiroto, Bojonegoro. Wanita yang anggun dan penuh kelembutan ini bukanlah sosok politisi ulung ketika tiba tiba karier politiknya meroket dan memposisikannya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim. Meski bergabung dengan Partai Demokrat sudah dua dekade lamanya, namun ia mengaku masih awam soal politik. Namun begitu karena keluarga besar mayoritas adalah anggota Dewan, jadi perihal kedewanan ia sudah mengenal cukup lama.
” Saya akan terus belajar keras, berusaha semaksimal mungkin, menggali ilmu dari rekan rekan Demokrat dan sesama anggota Dewan, agar bisa menjalani jabatan yang saya emban dengan lancar dan baik” janji Yuni saat ditemui di ruang Fraksi Demokrat, Selasa ( 2/10/2024).
Mengaawali karier sebagai perawat di RSi Aisyiyah Bojonegoro, ia menekuni profesi keperawatannya mulai dari perawat biasa hingga menjadi kepala Irna. Mengabdikan diri selama 22 tahun lamanya dan baru mengundurkan diri ketika ia dinyatalan lolos seebagai anggota legislatif dari Dapil Jatim XIII meliputi Bojonegoro, Tuban. Nasib baik terus berpihak padanya ketika baru ngantor sebulan di DPRD Provinsi Jatim, ia ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2024-2029.
” Ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim, Insya Allah saya siap. Saya juga sudah melakukan persiapan matang, mulai konsolidasi dengan teman-teman, terus belajar dengan rekan senior, teman-teman fraksi dengan pimpinan yang lain juga Insyaallah ke depan ya semoga dipermudah ya dilancarkan kami pasrah sama yang di atas saja” ujarn Lulusan NERS dari STIKES Muhammadiyah Lamongan ini.
Mengaku meski sebagai politikus muda yang belum banyak memahami politik namun sudah melakukan persiapa banyak perihal fungsi anggota dewan terkait tupoksi sebagai wakil wakil rakyat, fungsi legislasi, fungsi penganggaran, dan pengawasan.
” Saya manut apa yang sudah menjadi keputusan DPD maupun DPP, terima kasih banyak atas keputusan yang sudah mengusulkan saya untuk jadi pimpinan DPRD Jatim. Insya Allah saya akan melaksanakan tugas itu dengan sebaik-baiknya. ” janjinya.
Mengaku bergabung dengan Partai Demokrat sejak 2024. Namun sebagai anggota biasa tidak menjabat jabatan struktural apapun. Namun begitu ia cukup aktif membantu setiap ada kegiatan partai . Termasuk ketika saudara dan suaminya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Namun sayang, upaya suami gagal. Namun begitu suami Yuni yang berprofesi sebagai Lurah Sambiroto, sangat mendukung pilihan kariernya.
Termasuk upayanya untuk bisa memberikan pemikiran terkait pelayanan yang lebih baik dibidang kesehatan untuk Jawa Timur.
“Harapan ke depan, semoga saya bisa menjadi wakil rakyat yang amanah, bisa menjadi pimpinan yang baik, sesuai harapan orang. Bermanfaat, dan mampu memberikan sumbangsih terhadap perkembangan Jawa Timur yang lebih baik.” tutupnya. (nora)
