
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Suasana khidmat begitu terasa dalam pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Halaman Balai Kota Surabaya pada Rabu (27/5). Meskipun sempat diguyur hujan rintik-rintik sebelum pelaksanaan ibadah, antusiasme warga Kota Pahlawan tidak surut.
Salat Idul Adha yang diikuti ribuan jemaah itu dipimpin oleh imam salat H. Aziz Muslim. Sedangkan kotbah disampaikan oleh Khatib Ahmad Muzakki Al Hafidz (Imam Masjid Nasional Al-Akbar).
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Arief Boediarto mengucap rasa syukurnya atas kelancaran ibadah Salat Idul Adha tahun ini. Menurutnya, rintik hujan di awal pagi justru membawa keberkahan tersendiri.
“Suasana Salat Idul Adha kali ini luar biasa. Saya berpendapat Allah SWT sangat menyayangi kita. Sebelum salat dimulai, kita diberikan gerimis rintik-rintik yang membuat udara menjadi sejuk. Begitu salat akan dimulai, hujan reda dan ibadah berlangsung sangat khidmat,” ujar Arief ditemui usai salat.
Mengenai penyaluran hewan kurban tahun ini, Arief mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan total 80 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 62 ekor sapi berasal dari kurban perangkat daerah (PD) serta sedekah dari rekan-rekan PD Pasar Surya dan 18 ekor kambing.
Arief menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban ini tidak disembelih langsung di Balai Kota melainkan didistribusikan ke kantong-kantong wilayah Kota Surabaya. Hingga saat ini, proses penyaluran masih terus berjalan.
“Penyalurannya masih berproses, hari ini juga masih ada beberapa pihak yang baru mengambil hewan kurbannya. Untuk proses pemotongan, seluruhnya kami serahkan kepada panitia kurban di masing-masing wilayah,” jelasnya.
Pemkot Surabaya juga menerima hewan kurban bantuan presiden (Banpres) berupa sapi. Menariknya, sapi banpres berjenis Brangus ini dibeli secara langsung dari peternak lokal asal Kota Surabaya.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yudi Eko Handono mengatakan, sapi Presiden Prabowo Subianto ini dibeli dari peternak lokal. Tepatnya, peternak yang berada di kawasan Surabaya utara. “Ya (dibeli dari) peternak Surabaya. Jadi sebelumnya kami sempat keliling ke beberapa tempat untuk mengecek yang layak yang mana,” kata Yudi, Selasa (26/5).
Yudi menjelaskan, alasan dipilih dari peternak Surabaya karena disesuaikan dengan program pemerintah pusat. Yakni program peternak unggul untuk hewan kurban, yang bertujuan untuk menghubungkan peternak lokal dengan pekurban, dan memastikan pasokan hewan kurban berkualitas sesuai syariat sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.(dan)
