
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya terus memperkuat fondasi toleransi dan kebersamaan melalui program unggulan Kampung Pancasila. Sebagai langkah nyata, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan sosialisasi kepada Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGIS) Kota Surabaya bertempat di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, Senin (13/4).
Eri menegaskan bahwa Kampung Pancasila bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan gerakan nyata untuk mengajak warga Kota Surabaya menjalankan ajaran agama masing-masing dalam bingkai NKRI.
Dalam paparannya, Eri menyoroti makna sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai titik temu keberagaman. Ia mengingatkan bahwa meski keyakinan berbeda, setiap pemeluk agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, maupun Buddha, memiliki kewajiban untuk menciptakan kesejahteraan bagi sesama.
“Tuhan sedang menguji kita, apakah kita mampu melewati masa-masa ini dengan tetap bersatu. Jika membangun rumah ibadah saja masih sulit atau penuh perdebatan, berarti komunikasi antarumat beragama masih kurang dekat,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi di hadapan para pengurus PGIS.
Tak hanya mengenai kerukunan, Eri kembali mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali tradisi kerja bakti yang kini mulai pudar. Sebab, Kampung Pancasila juga mencakup beberapa aspek, antara lain sosial budaya, lingkungan, ekonomi dan keamanan.
Menutup arahannya, Eri menitipkan pesan kepada para pendeta agar menyisipkan semangat Kampung Pancasila dalam setiap khotbah Minggu. Ia berharap setiap RW di Kota Pahlawan memiliki “penjaga moral” yang terdiri dari kiai, pendeta, pastor, dan pemangku yang duduk bersama mendampingi semua lapisan masyarakat.
“Surabaya dibangun dengan kekuatan gotong-royong, bukan karena wali kotanya hebat. Wali kota hanya penyatu. Jika warganya tidak mau berubah, maka perubahan itu mustahil terjadi. Saya yakin, dengan doa dan keyakinan positif kita semua, Surabaya akan menjadi contoh toleransi tertinggi di Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Kampung Pancasila sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widiyanto menegaskan, program Kampung Pancasila merupakan penyatuan dari seluruh program Pemkot Surabaya yang kini fokus pada kolaborasi antara birokrasi dan masyarakat.
Irvan mengungkapkan bahwa melalui Kampung Pancasila, Pemkot Surabaya ingin memperkuat kolaborasi bersama warga hingga akar rumpat ditingkat RW. Kolaborasi tersebut, ditunjukkan dengan adanya aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas menjadi pendamping di setiap RW.
“Total ada 1.361 RW di Surabaya yang masing-masing didampingi oleh satu hingga dua orang ASN. Sementara itu, setiap Ketua RW secara langsung akan menjabat sebagai ketua Satgas Kampung Pancasila di wilayahnya masing-masing,” ujar Irvan.(dan)
