Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Keluarga Pengamen akan Tuntut Satpol PP Surabaya

Foto korban semasa hidup.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Keluarga pengamen bernama Rendra Wahyudi (20), warga Joyoboyo Timur No. 16, Wonokromo yang nekat melompat ke Kali Jagir, Wonokromo, Minggu (24/8) pukul 02.30 WIB, akan menggugat dan menuntut aksi anarkis Satpol PP Surabaya. Keluarga juga menolak otopsi.

Korban berhasil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Senin (25/8), tepatnya sungai depan Mangga Dua, Wonokromo. Jenasah berhasil dievakuasi dengan memakan waktu 30 menit. Evakuasi dilakukan secara hati-hati karena lokasi jenazah berdekatan dengan pintu air Kali Jagir karena derasnya air.

Kakak kedua korban,  Arib Tirtana,  saat berada di kamar mayat RSUD dr Soetomo mengatakan,  jenazah dibawa pulang ke rumah duka Jalan Joyoboyo Timur. Kami kebumikan di samping makam ayah kami. Kami sekeluarga sepakat untuk protes tentang kinerja Satpol PPmelalui DPRD Kota Surabaya. Kemungkinan kita beraksi setelah 7 hari meninggalnya adik saya,” ungkap Arib Tirtana.

Selain itu, pihaknya akan berupaya mengumpulkan bukti-bukti aksi anarkis yang dilakukan oleh Satpol PP. “Nanti keluarga kami akan dibantu LSM dan untuk bukti- bukti pendukung masih kita cari,” tambahnya.

Arib Tirtana mengungkapkan keluarga memastikan bahwa korban meninggal karena ketakutan dikejar Satpol PP dan tenggelam. Hal ini berdasarkan keterangan seseorang yang sedang memancing di kawasan korban melompat ke Kali Jagir.

“Jadi ada orang memancing cerita ke saudara kami bahwa orang itu melihat adik saya dikejar oleh Satpol PP dan meloncat ke sungai. Tapi saudara tidak kenal dan tidak tahu identitas saksi utama,” kembali pengakuan Arib.

Ternyata pihak keluarga korban tidak memiliki bukti rekaman CCTV di jalan. “Kalau untuk CCTV memang belum kami dapat, dan belum kami cari. Nanti ada yang mengurusinya,” tambahnya.(dan)

Related posts

Lima Menteri Apresiasi Jatim Wujudkan Lumbung Pangan Nasional

Rizki

Manfaatkan Kemudahan Body & Paint Astra Peugeot

Rizki

Pemkot Surabaya Matangkan Sekolah Rakyat

Rizki