Neo-Demokrasi
Headline Hukum dan kriminal

Dua Pelaku Curanmor Bersajam Didor Polsek Sukolilo

Kedua pelaku curanmor yang dilumpuhkan Polsek Sukolilo.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Dua pelaku curanmor bersajam dilumpuhkan dengan ditembak kedua kakinya oleh Polsek Sukolilo, Selasa (19/8) dini hari. Keduanya dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur setelah berhasil melakukan pencurian Kawasaki KLX 150 di Jalan Rungkut Lor X Gang Mandiri. Keduanya berhasil ditangkap di depan Universitas Ubaya, Tenggilis Mejoyo.

Dua pelaku yang berhasil ditangkap adalah  Lukman (31) warga Bangkalan, Madura dan Maulana (35) warga Sidodadi, Surabaya. Keberhasil penangkapan kepada kedua pelaku bermula dari kecurigaan anggota Reskrim Polsek Sukolilo saat mereka melintas di sekitaran Jalan Keputih, Sukolilo.

Kapolsek Sukolilo AKP Sigit Wahyu mengatakan, kedua pelaku sempat melintas di Jalan Keputih, Sukolilo untuk mencari sasaran. Saat itulah anggota Polsek Sukolilo yang sedang patroli merasa curiga dan langsung membuntuti kedua pelaku. “Anggota di lapangan membuntuti kedua pelaku berputar-putar di wilayah Rungkut sampai sempat juga kedua pelaku ke Sidoarjo,” kata Sigit.

Kedua pelaku tidak sadar jika sedang diikuti oleh anggota Polsek Sukolilo. Mereka sempat berhenti di beberapa lokasi untuk mengamati situasi.  Saat di Jalan Rungkut Lor X, mereka mendapati ada sebuah sepeda motor Kawasaki Trail yang terparkir di kos-kosan.

“Maulana bertindak sebagai eksekutor, sementara Lukman mengawasi situasi sekitar. Lukman membawa senjata tajam jenis golok dan mengendarai sepeda motor, yaitu Honda Beat tanpa plat nomor,” imbuh Sigit.

Setelah berhasil mendapatkan motor, merusak rumah kunci kemudian anggota mengejar kedua pelaku. Aksi kejar-kejaran antara Reskrim Polsek Sukolilo dan kedua pelaku diwarnai suara tembakan. Total ada 4 peluru yang bersarang di sepeda motor Honda Beat pelaku.

“Kedua pelaku terpaksa kami tembak kedua kakinya karena melawan saat akan diamankan. Apalagi, mereka membawa senjata tajam yang bisa membahayakan anggota dan masyarakat,” tutup Sigit.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Adjie Rizky menjelaskan, kedua pelaku mengaku sudah beraksi lebih dari 5 kali. Namun, saat ini pihaknya masih mendalami lebih lanjut pengakuan kedua pelaku. “Untuk jumlah pasti TKP masih kami dalami,” tegas Adjie.

Adjie berkomitmen tidak segan melakukan tindakan tegas kepada para bandit curanmor yang masih beraksi di wilayah Surabaya. Khususnya di wilayah hukum Polsek Sukolilo. Ia juga menghimbau, agar masyarakat lebih waspada dalam mengamankan kendaraannya.

Sedangkan dari pengakuan kedua pelaku bahwa keduanya adalah residivis curanmor. Untuk Maulana merupakan residivis curanmor yang ditangkap Polres Sidoarjo dan baru bebas dari penjara pada bulan Juli 2025.

Sementara, Lukman, juga adalah residivis kasus yang sama dan juga ditangkap Polres Sidoarjo. Baru bebas dari penjara pada bulan Desember 2024. Maulana mengaku kembali nekat untuk melakukan aksi kejahatan dikarena istrinya mengalami kelumpuhan setelah terjatuh dari motor.

“Saya keluar penjara melihat istri saya lumpuh setelah jatuh. Saya berusaha mencari kerja kesana kemari tapi tidak ada yang mau menerima.  Saya nekat mencuri karena uangnya untuk biaya istri saya berobat dan bayar utang,” akui Maulana.

Sedangkan pengakuan dari Lukman, motor hasil pencurian biasnya dijual ke penadah bernama Andik. Selama transaksi motor curian dilakukan di perlintasan pintu keluar Jembatan Suromadu sisi Bangkalan Madura.

Saat beraksi mencuri motor jenis trail di Jalan Rungkut Lor X, mereka mengaku baru kali ini. “Harga jual motor yang berhasil kami curi tadi malam lalu bisa tembus Rp 8 juta. Dan hasilnya akan untuk membayar utang perawatan istri saya,” tambah Maulana.(dan)

 

Related posts

Rayakan Nyepi dengan Hening tanpa Ogoh-Ogoh

Rizki

Mahasiswa Dapatkan Vaksin Bosster Usai Demo

Rizki

Jelang Dini Hari, Gudang Furnitur Terbakar

neodemokrasi