
Surabaya. NEODEMOKRASI.COM. Keputusan MK yang memutuskan penyelenggaraan pemilu secara terpisah antara Nasional dan lokal mengundang berbagai tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya dari ketua fraksi Nasdem DPRD Provinsi Jatim, H Mohammad Nasich Aschall. M. Pd.
” Ya kalau kaitannya dengan kepentingan politik nasional memang perlu dilakukan pendalaman-pendalaman. Apalagi kita ngomong tentang bagaimana dinamika politik yang ada di Indonesia ini, di negeri ini. Dimana yang namanya kepala pemerintahan dalam arti presiden itu juga menjadi penentu. terkait bagaimana dinamika politik ke depan. Dan dari sisi ini tentu memang pandangan-pandangan politik lumrah ketika muncul opini, muncul sebuah pendapat.” ujarnya mengawali perbincangan.
Namun pihaknya tak mengelak jika Partai Nasden menjadi satu-satunya yang meminta agar-agar kajian lebih mendalam, karen tidak menutup kemungkinan jika di masa masa mendatangi akan muncul pandangan-pandangan yang serupa, kaitannya mungkin dengan bagaimana membangun demokrasi yang berpijak kepada kedaulatan.
” Tentu di sini saya selaku kader partai, betul-betul masih akan taat pada perintah partai. Tetapi juga kita berupaya untuk bagaimana mengkomunikasikan. Kebijakan-kebijakan partai ini tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga elit-elit politik yang ada di bawah. Dan tentu kita melihat di Jawa Timur bahwa pemisahan pemilu ini di satu sisi memang memberikan ruang yang lebih luas. Bagaimana fungsi legislasi itu bisa dioptimalkan oleh wakil-wakil rakyat yang ada di daerah” tambahnya.
Apakah keputusan MK ini akan menguntungkan atau merugikan partai?
” Kita tidak ngomong spesifik tentang partai, tetapi bahwa tugas wakil rakyat itu merupakan amanah tanggung jawab yang cukup besar, sehingga memerlukan ekstra pemikiran, ekstra semualah untuk dicurahkan agar kepentingan masyarakat ini bisa benar-benar terwujud melalui yang namanya aspirasi. Dan kita ingin supaya negeri ini bisa semakin baik ke depan, maka setiap pandangan apapun bisa dipertemukan dalam sebuah forum diskusi atau apapun. Yang pasti bahwa semua menginginkan yang terbaik bagi bangsa, menginginkan yang terbaik bagi masyarakat. “ujar politisi Nasdem yang berangkat dari Dapil Jatim 14 meliputi pulau Madura.
Dijelaskannya lebih lanjut bahwa jika keputusan MK itu wajib ditaati pihaknya melihat dari sisi bahwa ini keputusan final dan tentu melihatnya sudah mengikat sekali, sehingga memang hari ini semua harus taat kepada keputusan ini. Tetapi bahwa dinamika politik juga terkadang mempengaruhi berhadap bagaimana kondisi perpolitikan yang ada di negeri ini. Maka ruang itu mungkin yang kemudian diharapkan bisa mempertemukan pandangan-pandangan tentang keputusan NKI.
” Tentu ya itu tadi, di sini saya melihat bahwa Partai Nasdem mengkritisi dalam konteks bahwa Partai Nasdem ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Pintunya seperti apa, apakah harus amandemen dan lain-lain, saya kira ini ruang-ruang publik yang harus bisa dilihat secara luas, bukan hanya dalam perspektif hukum saja, tapi perspektif undang-undang saja, tapi perspektif lain tentang bagaimana norma politik yang ada di negeri ini itu harus dijalankan sesuai dengan arah keinginan masyarakat. Harapan saya seandainya MK ini benar-benar harus ditaati oleh semua partai untuk maju ke pemilu ” jelasnya.
“Harapan saya. Ya harapan kita tentu pemisahan pemilu ini dalam konteks bahwa pemilu ini akan diselenggarakan oleh penyelenggara negara. Keputusan MK ini bisa menjadi keputusan yang baik. Dari sisi bahwa petugas atau penyelenggara pemilu ini akan merasa dimudahkan kaitannya dengan tugas mereka kalau kita flashback kepada pemilihan kemarin, begitu beratnya. melelwahkan hingga ada yang sampai meninggal. Jadi saya kira ini menjadi keputusan yang baik untuk bagaimana pelaksanaan dari pemilu itu bisa lebih baik” pungkasnya.(nora)
