
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menerima Minister Counsellor for Development dari Kedutaan Besar Inggris (FCDO), Peter Rajadiston di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (9/3).
Dalam pertemuan perdana tersebut, keduanya membahas percepatan berbagai proyek kerja sama internasional antara Jatim dan Inggris yang merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari 2026 lalu. Fokus utamanya adalah penguatan sektor pendidikan tinggi dan modernisasi transportasi perkotaan, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Dalam sektor pendidikan, Wagub Emil mengapresiasi keberhasilan program Pascasarjana King’s College London (KCL) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari Malang yang kini tengah bersiap memasuki angkatan ketiga.
“Ini konsep yang juga dikerjasamakan dengan berbagai instansi termasuk dengan LPDP. Harapannya adalah bisa menjangkau lebih banyak generasi muda yang potensial di Indonesia untuk menempuh pendidikan berkelas dunia tanpa perlu meninggalkan Tanah Air sepenuhnya,” ungkap Emil Dardak.
Di sektor infrastruktur, fokus utama pertemuan Jatim-Inggris terletak pada pengembangan sistem transportasi kereta api urban di Surabaya. Berbeda dengan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang merupakan peningkatan jalur existing, kerja sama dengan Pemerintah Inggris ini akan mengkaji pembangunan jalur kereta baru.
Studi-studi yang dilakukan telah mengidentifikasi rute-rute strategis yang selama ini belum terjangkau. Khususnya untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat dari wilayah Barat menuju Timur Surabaya.
“Tadi disampaikan hasil pertemuan juga dengan Pak Wali Kota Surabaya, menunjukkan ada rute yang belum terisi selama ini. Salah satunya dari Barat ke arah Timur. Nah ini yang sudah dikaji melalui proses pembahasan yang cukup panjang,” jelasnya.
Wagub menjelaskan bahwa hasil kajian teknis saat ini mulai mengerucut pada opsi penggunaan moda Light Rail Transit (LRT). Pemilihan LRT dinilai paling ideal bagi karakter mobilitas di Kota Surabaya karena sistemnya yang lebih ringkas dan efisien untuk kawasan perkotaan yang padat.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bahkan disebutnya secara khusus telah menaruh perhatian pada model Transport for London (TfL) yang sukses mengelola transportasi di wilayah Greater London. Konsep serupa ingin diadaptasi untuk wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik) agar seluruh stakeholders mulai dari KAI, Dinas Perhubungan, hingga kepolisian dapat terintegrasi dalam satu sistem manajemen yang padu.
“Yang menarik juga adalah Ibu Gubernur berkomunikasi dengan TFL. Kita punya Surabaya, Sidoarjo, Gresik yang nyambung langsung. Tetapi bagaimana aglomerasi transportasi ini dikelola dengan baik Ini salah satu yang juga kita bahas,” jelasnya. (dan)
