Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Warih Andono : “Harus Tercipta Sinergitas yang Harmonis Antara Buruh dan Pemilik Usaha”

Warih Andono SH, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo

Sidoarjo. NEO-DEMOKRASI. COM. Hari Buruh atau yang lebih populer May Day yang jatiuh tiap tanggal 1 Mei menjadi momen penting bagi buruh di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Yang bertujuan untuk mengenang perjuangan dan jasa para buruh dalam mendapatkan hak-hak di tempat kerja dan menghargai kontribusi buruh dalam pembangunan ekonomi bangsa.

Tahun ini Hari Buruh telah menginjak tahun ke-77. Mengacu Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013, Hari Buruh ditetapkan sebagai hari libur. Jadwal ini juga tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, dalam SKB tersebut Hari Buruh ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Tonggak penting dalam perjuangan buruh internasional terjadi saat diadakannya Kongres Buruh Internasional pada bulan Juli 1889 di Paris, Prancis. Kongres yang dihadiri oleh ratusan delegasi dari berbagai negara ini menghasilkan keputusan penting, yaitu penerapan jam kerja delapan jam per hari.

Di Indonesia, sejarah Hari Buruh berawal dari terjadinya sebuah pemberontakan besar di Jambi pada 1916. Kemudian, sejumlah organisasi seperti Sarekat Islam, Budi Utomo, Insulinde, Pasundan, serta Perkumpulan Sosial Demokratis Hindia membentuk sebuah aliansi yang disebut Konsentrasi Radikal pada tahun 1918. Gabungan serikat buruh ini menggelar aksi mogok massal pada 1 Mei 1918, sebagai bentuk perlawanan lanjutan.

Inilah pertama kalinya Hari Buruh Internasional diperingati oleh rakyat Indonesia, dan juga merupakan peringatan Hari Buruh pertama yang terjadi di kawasan Asia.

Menurut Warih Andono SH, wakil ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo mengatakan peran buru h sangtat siggnifikan dalam menunjang peningkatan ekonomi di wilayah kabupaten Sidoarjo. Apalagi Sidoarjo memiliki data sejumlah hampir 28 ribu buruh yang bekerja di perusahaan besar dan kecil yang ada di wilayah Sidoarjo.

” Harus terjalin sinergitas yang baik dan harmonis antara kaum buruh dan pelaku usaha sehingga tercipta suasana kerja yang baik dan mendukung hasil kerja yang terbaik” ujar politisi Golkar ini.

Lebih lanjut disampaikanya bahwa suasana kerja yang tercipta baik akan mendukung terwujutnya situasi harmonis, nyaman dan nyaman sehingga akan mendukung para pelaku usaha nyaman dan betah untuk menginvestasikan modalnya di Sidooarjo .

” Kuncinya sinergi yang baik antar kedua belah pihak, yakni para pekerja( buruh) dan pemberi kerja atau pelaku usaha, “tutupnya.

 

 

 

Related posts

Cabup Jember Gus Fawait Akan Fokus Membidik Peningkatan Kompetensi ASN

neodemokrasi

Di Rapat Pleno, KPU Bakal Serahkan Segebok Berkas ke DPRD Surabaya

Jaini neo-demokrasi.com

Kepedulian Tokoh Agama dan Masyarakat Serta Penguatan Keluarga Bisa Menekan Jumlah Perkawinan Anak Usia Dini

neodemokrasi