
Kediri. NEO DEMOKRASI. COM. Gelar kegiatan reses perdana M Hadi Setiawan, anggota Komisi B, DPRD Jatim yang berasal dari Fraksi Partai Golkar , diadakan di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri yang berlokasi di kawasan Jalan Pamenang No. 58A, Ngasem, Kediri.
Dihadir 125 orang yang berasal dari kelompok ibu ibu penggerak UMKM Kabupaten Kediri yang berasal dari wilayah kecamatan Ngasem, Mojo, Kandangan, Plosoklaten, , Kampung Pesantren, kabupaten Kedir, i yang juga unsur dari LKP, Al Kausar dan LKP Krisna Kabupaten Kediri, yang dikoordiinir Ketua KPPG Kabupaten Kediri, Niken.
“Pentingnya perempuan untuk giat berwirausaha, karena perempuan harus berkarya, harus Mandiri” kata Niken.
Sementara M Hadi Setiawan SE menyampaikan tentang bagaimana upayanya sebagai ketua DPD Golkar Kabupaten Kediri dimana ia membuat perubahan besar dengan menjadikan kantor DPD terbuka untuk seluruh masyarakat agar bisa memanfaatkan fasilitas yang ada.

” Kantor DPD ini tidak hanya menjadi majelis reses, tapi juga majelis pelatihan . Silahkan memanfaatkan, gratis, tidak dipungut biaya. Ada ruang olahraga, bahkan aula yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar resepsi dan acara lainnya” ujar anggota komisi B DPRD Jatim ini saat membuka acara.
“Reses adalah masa rehat sidang. Tugas kami adalah melihat, mendengar suara penderitaan masyarakat, melihat kebutuhan masayarakat. Dan menjaring aspirasi masyarakat lalu menyampaikan aspirasi kepada eksekutif . Tapi masih ada masyarakat yang kurang faham ketika aspirasi tidak bisa disetujui, sehingga kesal kecewa. Bagaimanapun, seorang anggota dewan bukan dewa. ” jelas politisi senior Golkar ini.
” Fungsi vital kami adalah mendengar , melihat , menyampaikan, selain fungsi utamanya yakni membuat Perda, budgeting,(anggaran) ,controlling( pengawasan) ” tambahnya.
Pada tahap selanjutnya berbagai aspirasi sudah mulai masuk. Mulai ibu Nanik dari kecamatan Kandangan menyampaikan keinginannya tentang bagaimana mengakses permodalan untuk menghidupkan kembali sanggar tarinya yang sempat fakum. Sementara seorang ibu dari Mojoroto meminta bantuan laptop untuk mendukung aktifitas admistrasi yayasan sekolah PAUD yang dibinanya. Sisanya 2 orang ibu dari kecamatan Banaran dan Ngasem yang intinya mengajukan bantuan modal untuk mendukung usaha Ayam Geprek.
Menjawab beberapa permintaan konstituen Hadi mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengabulkan aspirasi tersebut. Salah satunya dengan membuka peluang untuk mendapatkan bantuan dari KPM JAWARA (Kewirausahaan Inklusif dan Produktif Jawa Timur Sejahtera),
“KPM Jawara, UKM yg bisa menjadi awal kebangkitan awal kemandirian, dengan bantuan modal 3 juta per orang. Beasiswa 1 juta per siswa dan untuk penggerak seni 1 juta/personil penggerak seni. Yang butuh laptop, kalau bisa beberapa laptop sekaligus. ” ujarnya.
“Untuk akses keuangan untuk permodalan kita usahakan bisa mewujudkannya dengan bantuan programnya KPM Jawara. Ini kebetulan , sudah ada kelompok UMKM tapi karena ada di desa-desa nanti kita akan ajukan itu melalui Kementerian. melalui program-program Komisi DPR RI. Jadi kita akan melakukan sinkronisasi dengan DPR RI terkait program-program yang bisa dibawa untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Kediri maupun Kota Kediri. ” jelasnya.
Setelah menampung semua aspirasi dan memberikan jawaban yang melegakan seluruh anggota yang hadir pada kegiatan reses kali ini, Hadi pun pamit mengakhiri reses tapi tetap mengingatkan konstituen untuk tidak segan segan menyampaikan keluhan apapun baik terkait fasilitas pembangunan di wilayahnya, maupun persoalan pribadi.
Usai reses acara dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan masak Bandeng Presto yang dimaksudkan untuk memberi pembelajaran bagaimana meracik masalah layak jual yang menjadi potensi untuk mengembangkan UKM dan UMKM di wilayah kabupaten Kediri. Upaya ini dimaksudkan untuk mengembangkan penggerak penggerak UMKM baru yang lebih kreatif untuk menumbuhkan kemandirian dan menghidupkan ekonomi secara stabil dan merata di seluruh wilayah Dapil Jatim VIII yang menjadi Dapil keberangkatan M Hadi Setiawan. ( nora)
