
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Masalah distribusi penyaluran zakat yang masih timpang dan penerima ganda, menjadi persoalan tersendiri di Surabaya. Para pemangku kepentingan ingin agar pendistribusian zakat tersalurkan tepat sasaran kepada warga Surabaya yang membutuhkan.
Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di Ruang Sidang Wali Kota, Jumat (6/3) lalu. Dalam rakor tersebut, jajaran perangkat daerah (PD) Pemkot Surabaya membahas rencana kolaborasi dengan LAZ dalam hal pengentasan kemiskinan melalui zakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, rakor kali ini mengumpulkan lembaga-lembaga zakat se-Surabaya. Tujuannya, yakni untuk diskusi terkait pendistribusian zakat agar tersalurkan tepat sasaran kepada warga Surabaya yang membutuhkan.
“Dalam hal ini teman-teman di Kemenag, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat kita kumpulkan, kami berdiskusi kaitannya agar proses pendistribusian dari kegiatan teman-teman ini bisa sampai di tempat yang paling tepat ya. Sehingga agar tidak ada dobel, tidak ada hal-hal yang kurang perlu, tapi semuanya harus bermanfaat untuk masyarakat yang tepat,” kata Lilik, Sabtu (7/3).
Setelah pertemuan ini, lanjut Lilik, Pemkot Surabaya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan 34 LAZ di Kota Surabaya. Dalam pertemuan berikutnya, pemkot tidak hanya membahas soal pendistribusian zakat, akan tetapi juga soal kolaborasi berbagai kegiatan lainnya. Salah satunya adalah program Kampung Pancasila.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk turut serta dalam pengentasan warga miskin di Surabaya. “Kita harus bisa meyakinkan kepada masyarakat bahwa ada pihak-pihak lain, selain mereka yang mampu disisi lain ada yang membutuhkan. Kondisi ini harus diketahui semua pihak. Tidak hanya kami sebagai pengelolanya saja untuk menyelesaikan, tapi seluruh masyarakat juga harus tahu bahwa harus bisa membantu,” harapnya.
Di samping itu, Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kota Surabaya Muhammad Muslim menyambut baik adanya kolaborasi antara Pemkot dengan LAZ yang ada di Kota Surabaya. Menurutnya, adanya kolaborasi ini bantuan untuk warga miskin di Surabaya bisa tepat sasaran ke depannya.
“Dari pantauan Pak Wali Kota, banyak yang tumpang tindih, sudah dikasih (bantuan) Baznas, kemudian ada LAZ juga datang di satu orang. Adanya rapat ini diharapkan tidak terjadi hal yang demikian, karena masyarakat miskin yang membutuhkan banyak,” kata Muslim.
Muslim juga menyebutkan, pemberian zakat bisa dilakukan dengan cara pemetaan di setiap wilayah. Selain itu, ia menyarankan, pemberian zakat bisa melalui program Kemenag, Kampung Zakat atau program Pemkot Surabaya, Kampung Pancasila ke depannya.(dan)
