Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Sekolah Rakyat Situbondo Tidak Batal Hanya Menunggu Persiapan Lebih Matang Tahun ini

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Dr Rasiyo

Situbondo. NEODEMOKRASI. COM. Program nasional merealisasikan Sekolah Rakyat di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang rencananya akan dimulai pada 2025, batak terwujud. Skarena minimnya jumlah peminat dan siswa yang mendaftar, sesuai rencana akhirnya ditunda tahun depan. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, Sopan Effendi menyatakan, sekolah rakyat batal dimulai tahun ini karena banyak faktor, salah satunya tidak ada siswa yang mendaftar..

Sekolah Rakyat di Situbondo akan menggunakan Gedung Serbaguna atau GOR Baluran yang terletak di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo,

“Tahap pertama rencana di Gedung Serbaguna, namun nanti di tahap dua akan dibangun Sekolah Rakyat di Desa Sliwung, Kecamatan Panji,” katanya.

Sopan Effendi juga menyatakan untuk pihaknya hanya menyiapkan tenaga pengajar pendidikan dan pendataan para siswa yang mendaftar. Namun, untuk pengelola dan pengaturan semua di bawah Kementerian Sosial. “Kalau untuk persiapan tenaga pendidikan kami siap, namun untuk pengelolaannya semua dari Kementerian Sosial.  Siswa diutamakan dari siswa kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Berdasarkan informasi terbaru, program Sekolah Rakyat di Kabupaten Situbondo yang digagas sebagai bagian dari program nasional ditunda dan direncanakan ulang untuk beroperasi pada tahun 2026, bukan tahun 2025 seperti rencana awal. Penundaan ini terjadi karena  kurang siswa.

Target Operasional 2026: Bupati Situbondo menegaskan bahwa sekolah ini siap beroperasi pada tahun 2026. Sebanyak 5.000 calon siswa telah terdata untuk mengikuti program ini.  Pemkab Situbondo telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare dan merencanakan rehabilitasi gedung yang dimulai sejak September 2025 untuk mendukung operasional sekolah.

Tujuan: Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan antar generasi dengan menyediakan pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu. Meskipun  sepi peminat, Pemkab Situbondo membantah dan menekankan bahwa penundaan terjadi karena persiapan, dan peminat saat ini membeludak untuk target tahun 2026.

Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Partai Demokrat, Dr Rasiyo mengatakan, bahwa, tarjet 26 Sekolah Rakyat di Jawa Timur sudah terealisasikan semua, mestipun tidak semua kota/kabupaten di Jatim mendapat jatah pendirian Sekolah Rajyat.

” Sesuai  keterangan yang disampaikan Gubernur target Sekolah Rakyat di Jatim sudah berdiri dan beroperasional sesuai target. Pemprov Jatim, berhasil menyelesaikan target 26 Sekolah Rayat sampai awal 2026.   Sekolah ini menampung 2.450 siswa dari keluarga rentan/miskin, melayani jenjang SD hingga SMA, dan berlokasi mulai dari Surabaya hingga Pacitan. Program ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.” ujarnya.

Ditambahkannya, hal ini sesuai tarjet  di mana Jatim mendapat porsi terbanyak dari total  total 166 SR yang tersebar di 34 provinsi.  Melayani ribuan siswa dari keluarga miskin dan rentan, terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan sebaran  di berbagai kabupaten/kota, termasuk Surabaya, Pacitan, Malang, Pasuruan, dan Jombang. Saat ini  Pemprov Jatim mengajukan delapan lokasi Sekolah Rakyat baru pada 2026 untuk memperluas jangkauan.
” Melihat skema  realisasi Sekolah Rakyat di Jatim, yang jelas   Sekolah Rakyat yang di Sidtubondo itu tidak batal, hanya menunggu persiapan lebih matang dan dipastikan siap pada tahun ini(2026), termasuk persiapan menjaring siswa ” ujarnya.
SR di Jatim  sendiri  memanfaatkan gedung pemerintah daerah dan fasilitas pendidikan yang sudah ada untuk mendukung pendidikan yang inklusif dan adil. (nora)

Related posts

Khusnul Arif S. Sos : ” Harus Ada Dukungan Regulasi sebagai Payung Hukum yang Bisa Jadi Acuan Aturan Main Sound Horeg”

neodemokrasi

Tujuh Panelis dari Uneversitas Terbaik Jatim Dipilih untuk Debat Publik Terbuka  Paslon Pilgub Jatim

neodemokrasi

Didik Chusnul Yakin Jabat Sekda Kabupaten Mojokerto

neodemokrasi