Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Swasembada Gula Bisa Terwujut Asal Pemerintah Ikut Turun Tangan Merevitalisasi Pabrik Gula

Khusnul Khuluk, Politisi PKS DPRD Provinsi Jatim

Surabaya. NEODEMOKRASI. COM. Jawa Timur memiliki peran penting dalam ikut menunjang terwujutnya swasembada gula nasional.  Selain sebagai provinsi penghasil gula terbesar di Indonesai, Jatim juga memiliki potensi untuk menjadi lini terdepan dalam mencapai swasembada gula. Pemerintah Jatim dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersinergi untuk meningkatkan produksi tebu dan kualitas gula, serta memberikan dukungan kepada petani tebu.

“Kita bersyukur karena sudah mulai ada KUR untuk petanii tebu dengan bunga 6% harapannya memang ini bener-bener nyampe ke petani tebu, tidak seperti kejadian-kejadian sebelumnya, itu hanya dikuasai beberapa orang yang mengatasnamakan petani. Karena sekarang memang benar-benar diawasi, agar sampai ke  petani, itu saya rasa memang akan sangat membantu petani tebu untuk meningkatkan produksinya. Sehingga mereka bisa menyewa lahan baru, menambah pupuk dan seterusnya itu sehingga produksinya akan semakin meningkat” ujar anggota Komisi B, Khusnul Khuluk.

Ditambahkannya banyaknya pabrik gula yang masih menggunakan mesin mesin konvensional sedikit banyak juga terasa berat untuk menunjang program pemerinrtah.

“, Karena sebagian besar itu pabrik itu kan peninggalan jaman Belanda. Oke Yang saya tahu di BG Jatiroto itu ada revitalisasi, tetapi kan ada kasus kan akhirnya. Yang saya rasa pemerintah ini sudah memberikan peluang untuk. peremajaan ya, sebagaimana perusahaan-perusahaan gula yang baru, yang swasta itu. Dia bisa mereduksi dengan sangat cepat dan tinggi. Rendemennya juga bagus. Karena kalau rendemennya bagus, maka petani juga senang menyetorkan tebunya ke pabrik-tebuk. ” Jelas  politisi PKS ini.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga merasa khawatir kalau dengan alat yang lama, pasti nanti akan ketinggalan zaman.

“Saya khawatir ini tidak bisa terpenuhi kalau tidak ada campur tangan dari pemerintah untuk revitalisasi alat-alat yang sudah usang. Karena mulai zaman Belanda . Apalagi target swasembada gula itu kan 2028 lah, target swasembada gula industri 2030, kan selesainya cuma 2 tahun itu.

“Ya kalau pemerintah enggak cepat turun tangan, permajaan perusahaan TG yang ada di Jawa Timur ini enggak akan terpenuhi. Artinya memang kapasitasnya dia terbatas sudah. Jadi enggak mungkin dia akan. Nelompat itu ya, walaupun petani tebunya banyak, kalau produksinya rendah, ya nggak akan terpenuhi.” jelas Anggota Komisi B, DPRD Jatim ini.

“Terkait lahan tebu yang semakin terkurangi karena proyek perumahan baru. Ya, memang harus ada sinergi antar OPD, antar dinas. Jangan sampai lahan-lahan produktif baik padi maupun tebu ini terpakai terus untuk program perumahan. Oke Kami sama-sama ini punya kepentingan untuk masyarakat kita, tapi seyokyannya tidak sampai mengorbankan salah satunya. Syukur-syukur kalau ada penambahan lahan dengan apakah itu membuka melalui kehutanan sosial dan sebagainya, saya rasa itu juga akan membantu. ” ujarnya.

” Jadi yang pertama tadi memang pinjaman model kur rendah itu sangat dibutuhkan. Jangan sampai masyarakat ini pinjam ke bank konfesional, bunganya tinggi, sehingga dia hanya menjadi buruh. Begitu panen, dia hanya habis untuk bayar bunga dan pokoknya.

“Diharapkan memang bisa ya, ada alokasi dari pemerintah ini untuk petani. Yang saya tahu misalnya holtiikultura itu kan terbatas juga. Jadi petani saya itu yang menanam kentang, kubis, sama wortel itu enggak dapat jatah kubus subsidi. Jatuh. 0 Harapan saya ini nanti dimasukkan.

” Dengan catatan tadi ada campur tangan pemerintah untuk revitalisasi pabrik-pabrik gula yang memang sudah. lama.  Dengan catatan.  Jadi yang berikutnya di samping penguatan modal juga harus ada varitas-varitas unggul. Bentuk penyuluhann-penyuluhann petani tebu. Sehingga kayak PG, pabrik gula itu memberikan contoh dan plot ketika memakai bibit baru, jenis baru, itu hasilnya misalnya meningkat satu setengahnya atau dua kalinya. Itu masyarakat masih, ada contoh dari PG dan plot itu agar masyarakat bisa. Sosialisasi Contoh dari… Dan kita mengharapkan ke masyarakat emang ya tiga kali tanam dibongkar gitu.K arena kalau ditanami tebu sampai empat kali, lima kali, hasilnya rusak.  Sampai sejauh ini  berupaya memenuhi target  meskipun  produksi gula kita masih belum ada inovasi baru dan masih tetap model-model lama. (nora)

Related posts

Mobil Pikap Juragan Besi Digondol Pencuri

Rizki

Pemkot Surabaya Efisiensi Anggaran dengan Smart Governance

Rizki

Baleg DPR Bahas DBHCHT hingga Ruang Laut dengan Pj Gubernur Jatim

Rizki