Neo-Demokrasi
Headline Jatim

Konjen Cina Kunjungi ke GP Ansor Jatim

Kunjungan kehormatan dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Cina di Surabaya ke kantor PW GP Ansor Jatim.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menerima kunjungan kehormatan dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Cina (RRC) di Surabaya. Kunjungan dilakukan di kantor PW GP Ansor Jatim, Jumat (13/3).

Kunjungan yang dipimpin oleh Ye Su tersebut disambut langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Musaffa’ Safril bersama jajaran pengurus. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh persahabatan sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.

Dalam sambutannya, Musaffa’ Safril menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persahabatan, memperluas dialog budaya, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara masyarakat Jawa Timur dan Cina.

Menurutnya, hubungan antara Indonesia dan Cina telah terjalin sejak lama melalui interaksi perdagangan, pertukaran budaya, serta hubungan antar masyarakat yang berlangsung selama berabad-abad. Dalam perkembangan saat ini, hubungan kedua negara terus menunjukkan dinamika positif, terutama dalam sektor ekonomi, perdagangan, teknologi, dan investasi.

Safril menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai rencana investasi dari perusahaan Cina di wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Beberapa proyek yang tengah berkembang di antaranya pembangunan smelter aluminium di Pasuruan, pengembangan kawasan industri di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), pengembangan kawasan industri halal di Sidoarjo, hingga peluang kerja sama di sektor pertanian dan teknologi.

“Investasi tersebut memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja baru, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Safril.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan modal dan teknologi. Dukungan masyarakat, stabilitas sosial, serta kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

“Di sinilah pentingnya peran organisasi kepemudaan dan masyarakat sipil dalam menjaga harmoni sosial serta membangun ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Safril. (dan)

 

 

Related posts

Ganja Sekilo Dilempar ke dalam Lapas, Nyangkut di Kawat Berduri

Rizki

Seratus Peserta dari IPNU/ IPPNU Se-Malang Ikuti SPAB

Rizki

Wagub Emil Dorong Pelaku Usaha Menengah Lebih Maju

Rizki