Neo-Demokrasi
Headline Kesra Umum

Dukung Gerakan Literasi dengan Bedah Buku Kepala Perpusnas

Pemkot Surabaya berpartisipasi aktif dalam peluncuran buku perdana Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz di Four Points by Sheraton.

Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Pemkot Surabaya berpartisipasi aktif dalam peluncuran buku perdana Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz. Bertempat di Four Points by Sheraton, acara bedah buku bertajuk Visi Anak Pasar: Catatan Kecil Kehidupan E. Aminudin Aziz ini tidak hanya menjadi panggung literasi, tetapi juga mengangkat peran strategis sang penulis di kancah global, Jumat (5/12).

Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto menekankan bahwa partisipasi Pemkot Surabaya bertujuan untuk menggerakkan dan membuka cakrawala tentang pentingnya literasi bagi generasi muda.

“Kami menemukan bahwa Bapak Kepala Perpusnas diakui sebagai satu di antara 100 orang paling berpengaruh di dunia dalam bidang Kecerdasan Buatan (AI),” ujar Sekda Lilik.

Sekda Lilik menjelaskan, kepala Perpusnas sebagai tokoh nasional semakin dipertegas dengan kontribusi besarnya terhadap negara, yakni menjadi tokoh kunci di balik upaya mewujudkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, yang bertujuan menargetkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional pada visi Indonesia Emas 2045.

“Banjir informasi di media sosial, yang diserap generasi muda secara cepat, pendek, dan padat. Secara tidak langsung memengaruhi cara berpikir instan dan menghilangkan keinginan untuk mengembangkan wawasan secara mendalam,” jelasnya.

Oleh karena itu, buku Visi Anak Pasar dinilai sebagai contoh nyata yang sangat inspiratif. Buku ini mengangkat perjalanan, perjuangan, dan visi besar dari lingkungan pasar yang sederhana, namun sarat makna dan mampu membentuk karakter luar biasa.

Di sesi terpisah, Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengungkap latar belakang penulisan buku yang ia sebut sebagai legacy atau warisan bagi keluarganya. “Awalnya, tulisan ini adalah hasil obrolan saya dengan anak-anak di meja makan. Saya kerap menceritakan perjuangan hidup yang sulit di masa kecil,” ungkap Aminudin Aziz, sapaan akrabnya.

Aminudin Aziz memaparkan bahwa ia berasal dari keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan, namun beruntung dibiayai penuh oleh negara melalui beasiswa sejak SD hingga S3, sesuai amanat pasal 34 UUD 1945.

Perjuangan tersebut berlanjut bahkan ketika menempuh pendidikan doktor di Australia. Karena beasiswa dari Bank Dunia tidak mencukupi, ia terpaksa berjualan bakso dan menyewakan rumah kontrakan atau outlet. Kisah-kisah ini, termasuk pengalaman salah satu anak kosnya yang kini menjadi wakil menteri dan kepala Pusat Badan Bahasa, ia tuliskan sebagai babak pertama untuk menanamkan nilai perjuangan.

Aminudin Aziz menegaskan prinsip hidupnya tentang integritas. Dia tidak ingin anak-anaknya menikmati kemudahan atau fasilitas dari jabatan yang ia pegang.

“Hingga kini, saya menjunjung tinggi prinsip integritas. Saya melakukan ini bukan karena pelit, tetapi karena ingin menanamkan pesan bahwa mereka tidak boleh menikmati fasilitas jabatan dan harus melalui perjuangan hidupnya sendiri,” tegasnya.

Melalui buku setebal 422 halaman yang ia rampungkan dalam waktu satu tahun, seluruhnya ditulis di waktu luang di luar jam kerja. Karena itu, Aminudin Aziz menyampaikan tiga pesan utama yang mendalam. Pertama, ia berpesan kepada anak-anak yang kurang mampu untuk tidak merasa minder, melainkan menggapai cita-cita melalui jalur perjuangan yang benar.

Kedua, ia menekankan bahwa kesuksesan tidak terlepas dari doa dan dukungan orang tua, guru, serta keluarga, sehingga jasa mereka tidak boleh dilupakan. Ketiga, Aminudin Aziz menyerukan kepada pimpinan dan orang tua untuk tidak memberikan judgment negatif kepada anak yang kritis, sebab pemikiran kritis justru memberikan inspirasi dan menantang untuk berpikir.(dan)

 

Related posts

RSUD dr Soetomo Siap Jadi Hospital Based

Rizki

Bazar Meriah Ramadan untuk Kendalikan Harga Sembako

Rizki

Astra Serahkan Bantuan ke BNPB untuk Cegah Penyebaran Corona

neodemokrasi