Neo-Demokrasi
Politik Pemerintahan

Deni Prasetya: ” Petani Tembakau Harus Mau Bertransformasi dengan Modernisasi”

Deni Prasetya, politisi Nasdem DPRD Provinsi Jatim

Surabaya. NEODEMOKRASI. COM. Deni Prasetya, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menyatakan mendukung dengan program yang dicanangkan pemerintah dengan menghadirkan satu koperasi Merah Putih di setiap desa. Tujuannya tidak hanya dalam rangka menstabilkan ekonomi terutama para petani tembakau. Tetapi juga akses untuk mengembangkan ekonomi supaya lebih ditingkatkan lagi.

” Jadi harapannya paling tidak untuk petani tembakau yang ada di Indonesia, khusus di Jawa Timur. Kebetulan ada banyak di Dapil saya juga menjadi ikonnya tembakau sampai menjadi logo kabupaten Jember. “kata politisi Nasdem ini.

Lebih jauh dijelaskannya, Potensi tembakau sangat potensial dalam menyerap tenaga kerja terutama mereka yang sudah menggeluti pertembakauan. Namun yang perlu dikembangkan adalah bagaimana para petani tembakau ini bisa melakukan inovasi-inovasi. terbaru bersama para petani-petani lain agar tembakau memiliki nilai lebih.

Di samping efektif meningkatkan nilai produksi yang bermuara pada peningkatan penghasilan. Namun bagaimana dan seperti apa konsepnya pihaknya mengatakan bahwa pelaku bidang tembakau lebih faham spek mengarah kepada pertanian atau perkebunan atau terkait dengan petani tembakau..

“Mereka sangat memahami soal lahan yang produktif untuk tembakau, mana yang tidak. Nah itu paling tidak. Ada pemetaan yang dimana di seluruh Jawa Timur itu. Termasuk juga pertanian, pertembakauan ini juga bisa terinfiltrasi dan terakomodir. Memang tembakau ini kan bukan untuk salah satu bahan baku untuk ketahanan pangan. . Tapi paling tidak ada penyetabil di situ, ada penyestabil terkait dengan harga pertembakawan, sekaligus juga bisa menyerap. lahan pekerjaan mengurangi jumlah pengangguran .

Menurutnya, karena hari ini Proses yang dibuat oleh pemerintah seperti Pak Presiden terkait dengan ketahanan pangan itu, swasembada pangan capaiannya  harus disupport penuh

Hal ini terkaiit paling tidak nantinya apa yang sudah direncanakan oleh Pak Presiden  betkaitan dengan Ketahanan Pangan,  rencana  swasembada Pangan itu sudah saling keterkaitan . Jangan sampai bidang i pertanian  perkebunan,  pertembakawan itu juga tidak merasa dianak tirikan.

Karena  pertembakauan ini menjadi salah satu primadona dan sekaligus akan menjadi penyumbang pendapatan juga bagi daerah dan negara. Paling tidak dengan adanya program pemerintah ketahanan pangan, sosial sebuah pangan ini juga menjadi penyestabinl.  Sehingga perlu juga dihadirkan solusi  terkait dengan permodalan.

Pihaknya juga berharap keberadaan  Koperasi Merah Putih. yang hadir di satu desa, satu koperasi. Bisa menjadi solusi terbaik terkait menstabilkan kelangsungan pertanian tembakau.

“Nah itu tujuannya paling tidak nantinya juga ada keterkaitan juga dengan petani-petani, bukan hanya petani yang khusus mengarah kepada menjadi bahan baku ketahanan pangan, tapi untuk penyetabil juga seperti tembakau ini kan juga. juga bisa untuk mengakses permodalan ”  jelasnya.

“Harapannya semuanya  punya peluang untuk bisa mengakses  modal di Koperasi Merah Putih . Tidak hanya pelaku UMKM ,  bidang  pertanian   perkebunan pertembakauan juga  . Sehingga sudah ada perputaran ekonomi di desa  artinya pemerintahan paling diakar” tambahnya.

Lebih jauh pihaknya mengatakan bahwa  tujuan Koperasi Merah Putih ini untuk menunjang ketahanan pangan. Tidak hanya itu, tapi jugai ada peningkatan ekonomi di basis akar.   Sebagai salah satu  penunjang hadirnya permodalan melalui Koperasi Desa Merah Putih supaya bisa memberikan manfaat bagi pelaku usaha, termasuk  pertanian juga, khususnya petani tembakau.

“Saya  apresiasi dan kita harus mendukung terkait dengan hadirnya  kebijakan  pemerintah pusat terkait dengan kooperasi desa Merah Putih. Saya berharap  bisa banyak membantu  paling tidak untuk petani tembakau juga bisa merasakan manfaatnya. Jujur kalau petani tembakau kita    mayoritasnya masih  melakukan kegiatan pertanian yang masih  tradisional.

“Dengan adanya modernisasi ini, paling tidak petani tembakau ini mulai mengembangkan diri. Artinya. tidak meninggalkan yang konvensional, namun setidaknya mau bertransformasi dengan modernisasi . Karena ini perlu. Contojh, percepatan dan pengolahan tanah menggunakan alat moderen. Tapi  tloperatornya kan tetap manusia Bukan meninggalkan manusia, tapi tetap operatornya itu manusia . Misalkan hand tractor Kalau di padi itu sekarang kan penanamannya itu kan juga pakai mesin transplater Menanam benih itu juga dari mesin, tapi operatornya itu juga dari manusia. Artinya tetep mengembangkan diri supaya bisabeeadaptasi dengan modernisasi” pungkasnya. (Nora)

Related posts

Partai Gelora Susul Dukung Duet Gus Fawait-Anang Hermansyah  Maju Pilbup Jember

neodemokrasi

Bank Jatim Borong Prestasi di Pengujung Triwulan II 2022

neodemokrasi

Warih Andono SH: “Kami Minta agar Potensi Pariwisata di Sidoarjo Digarap Lebih Serius, Termasuk Intako”

neodemokrasi