
Surabaya, NEODEMOKRASI.COM – Aksi percobaan pembobolan rumah di Perum Gunungsari Indah, Karang Pilang, Surabaya, ternyata terjadi di 2 titik. Percobaan pembobolan terjadi pada Rabu (25/3) itu berhasil diketahui oleh warga sekitar. Mulai dari Blok AZ dan KK pada pukul 21.20 WIB. Untuk Blok AZ diketahui ada 3 pelaku, yakni 2 pria dan 1 wanita yang berada di atap. Sedangkan di Blok KK ada 1 pelaku pria .
Uniska, warga Perum Gunungsari Indah Blok KK memberikan keterangan bahwa Blok AZ yang berada di samping Blok KK diketahui ada 2 pria dan 1 wanita yang berada di atap rumah No. 27. “Warga antusias memblokade tiap jalan dan para remaja ada yang membawa sajam dan alat pukul,” ujar Uniska.
Sedangkan salah satu warga lainya bernama Irwan, warga Perum Gunungsari Indah Blok E, juga memberikan keterangan secara detail terkait aksi percobaan pembobolan di waktu bersamaan.
“Jadi pada malam itu ada dua tempat bersamaan yang akan dibobol. Kami menghubungi Polsek Karangpilang guna menangkap para pelaku yang diketahui berada di dua blok,” ujarnya, Jumat (27/3).
Warga berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian sambil menunggu pihak Polsek Karangpilang datang ke lokasi. Dibantu warga, petugas polsek menelusuri naik ke atap rumah untuk mencari para pelaku. “Saat pencarian oleh petugas polsek dibantu warga, ternyata para pelaku tidak ditemukan. Warga sempat kecewa karena para pelaku tidak berhasil ditangkap semua,” ungkap Irwan.
Irwan juga menceritakan sebelum adanya aksi percobaan pembobolan, pada Sabtu (21/3) terdapat teror tulisan kertas. Tulisan itu ditempelkan di salah satu rumah di Blok F. Kertas yang bertuliskan “Makam Pahlawan TNI Maling Biadab”, ditempelkan oleh seorang pria yang terekam CCTV dengan ciri-ciri berbadan tegap dan mengunakan helm.
“Jadi kertas tulisan yang tertempel pada Sabtu malam, tepat hari raya Idul Fitri di Blok F itu awalnya tidak digubris. Namun setelah adanya aksi percobaan pembobolan di dua blok, masyarakat lebih waspada,” tambah Irwan.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Karangpilang AKP Kusmianto ketika dikonfirmasi adanya aksi percobaan pembobolan, pihaknya enggan memberikan keterangan. “Kalau lebih lengkap peristiwanya silakan saja tanya sumber yang sampeyan percayai,” ujar Kusmianto.(dan)
